Selama 76 tahun perjalanan organisasi, kata Lilis, IGTKI-PGRI telah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Karena itu, pihaknya berkomitmen terus meningkatkan kompetensi guru, memperkuat profesionalisme tenaga pendidik, serta mendorong inovasi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Kami akan terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru agar mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak. Tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks sehingga guru harus terus belajar dan beradaptasi,” ucapnya.
Lilis juga mengajak seluruh guru TK di Kabupaten Tasikmalaya menjadikan peringatan HUT ke-76 sebagai motivasi untuk meningkatkan dedikasi dan pengabdian di bidang pendidikan.
Baca Juga:Jadilah Bagian Sejarah SMAN 1 Pagerageung Tasikmalaya, Pendaftar Calon Murid Baru MembludakPenuh Semangat!! Warga Karangjaya-Cineam Tasikmalaya Gotong Royong Bangun Sekretariat Serikat Petani Pasundan
“Mari bersama-sama mengawal masa depan anak-anak Indonesia dengan memberikan pendidikan terbaik sejak usia dini,” ajaknya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi mengapresiasi peran IGTKI-PGRI yang selama puluhan tahun menjadi garda terdepan dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini di Kabupaten Tasikmalaya.
“Keberadaan guru TK memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kesiapan belajar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar,” ujarnya.
Asep menegaskan bahwa IGTKI-PGRI selama ini telah menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Menurutnya, guru TK merupakan pejuang pendidikan yang menanamkan nilai-nilai dasar karakter, kedisiplinan, dan kecintaan belajar sejak usia dini.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan layanan pendidikan anak usia dini, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana mendirikan Taman Kanak-kanak Negeri di sejumlah kecamatan.
“Insya Allah pada tahun 2027 menargetkan pendirian sedikitnya 15 TK Negeri sebagai langkah awal. Ke depan, kami ingin mewujudkan minimal satu kecamatan memiliki satu TK Negeri,” katanya.
Menurut Asep, langkah tersebut menjadi terobosan untuk memperluas akses pendidikan anak usia dini sekaligus membuka peluang bagi guru TK, khususnya yang selama ini mengabdi di lembaga swasta, agar dapat terakomodasi dalam rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Baca Juga:Usai Kepala BGN Ditangkap, Aktivis KNPI Desak APH Bongkar Dugaan Penyimpangan Program MBG di TasikmalayaSimulasi Gizi Kedaruratan, Tagana Kabupaten Tasikmalaya Bagikan Pengalaman Lapangan kepada Mahasiswa
Ia menilai keberhasilan Program Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dari TK tidak akan tercapai tanpa dukungan para guru yang tergabung dalam IGTKI-PGRI. Karena itu, Asep berharap organisasi tersebut terus berkembang menjadi organisasi yang solid, inovatif, dan mampu melahirkan tenaga pendidik profesional.
