TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Tasikmalaya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 di Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (11/6/2026).
Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini sekaligus menggaungkan dukungan terhadap Program Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi dan Ibu Bupati Tasikmalaya Hj. Retno Widyastuti. Dalam acara itu juga dilakukan penandatanganan nota dukungan terhadap Program Wajib Belajar 13 Tahun yang menempatkan pendidikan anak usia dini sebagai bagian dari sistem pendidikan yang wajib diakses seluruh anak.
Baca Juga:Jadilah Bagian Sejarah SMAN 1 Pagerageung Tasikmalaya, Pendaftar Calon Murid Baru MembludakPenuh Semangat!! Warga Karangjaya-Cineam Tasikmalaya Gotong Royong Bangun Sekretariat Serikat Petani Pasundan
Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Tasikmalaya, N. Lilis Julawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan usia ke-76 organisasi menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran IGTKI-PGRI dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan anak usia dini.
“Pendidikan di tingkat TK bukan sekadar tempat bermain bagi anak, melainkan fondasi utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, keterampilan sosial, serta kesiapan anak memasuki pendidikan dasar,” ujarnya.
Menurut Lilis, keberhasilan pendidikan tidak dimulai saat anak memasuki sekolah dasar, melainkan sejak memperoleh stimulasi dan pembelajaran yang tepat di taman kanak-kanak. Karena itu, HUT ke-76 IGTKI-PGRI menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.
Dukungan terhadap Program Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dari TK, lanjutnya, merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan secara utuh sejak usia dini hingga pendidikan menengah.
Menurut Lilis, IGTKI-PGRI Kabupaten Tasikmalaya mendukung penuh kebijakan wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak.
“Pendidikan usia dini merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. Ketika fondasi pendidikan anak dibangun dengan baik sejak awal, maka proses pendidikan pada jenjang berikutnya akan berjalan lebih optimal dan menghasilkan generasi yang unggul,” tegasnya.
Ia menilai keberhasilan implementasi program tersebut memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua hingga masyarakat. Lilis berharap keberadaan TK tidak lagi dipandang sebagai pendidikan pelengkap, melainkan bagian penting dari sistem pendidikan nasional yang perlu mendapat perhatian serius.
