Pemilihan Kota Tasikmalaya sebagai lokasi pemutaran perdana juga dinilai tepat.
Selama beberapa tahun terakhir, kota ini dikenal aktif melahirkan berbagai gerakan sosial berbasis komunitas yang fokus pada pemberdayaan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.
Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, terdapat sekitar 2.200 penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan bersama dari pemerintah maupun masyarakat.
Harniwan berharap masyarakat hadir dan memberikan apresiasi terhadap karya para penyandang disabilitas.
Baca Juga:IPAL TPA Ciangir Belum Beroperasi, IGM Soroti Dugaan Pemborosan Anggaran Rp3,6 Miliar dan Pencemaran BerlarutTabungan Haji dan Emas Digenjot, 546 Prajurit Muda Yonif Macan Putih Siapkan Masa Depan Finansial
Menurutnya, dukungan publik menjadi energi penting agar mereka terus berkarya dan menunjukkan potensi yang dimiliki.
Film Langit Tetap Sama membawa pesan sederhana namun kuat. Langit memang tetap sama bagi semua orang, tetapi cara memandangnya sering kali berbeda.
Dari layar lebar di Tasikmalaya, film ini mengingatkan bahwa inklusivitas bukan sekadar memberi ruang, melainkan mengubah cara pandang agar setiap orang mendapat kesempatan yang setara untuk berkarya dan bermakna. (rezza rizaldi)
