TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kecamatan Karangnunggal memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak El Nino sekaligus mendorong peningkatan produksi jagung sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi yang melibatkan Pemerintah Kecamatan Karangnunggal, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kepolisian Sektor Karangnunggal, serta perwakilan kelompok tani se-Kecamatan Karangnunggal. Kegiatan digelar di lahan jagung Kampung Burahol, Desa Karangnunggal, Senin (8/6/2026).
Pertemuan itu difokuskan pada kesiapan menghadapi musim tanam dan langkah antisipasi terhadap perubahan iklim yang berpotensi mengganggu produksi pangan.
Baca Juga:Simulasi Gizi Kedaruratan, Tagana Kabupaten Tasikmalaya Bagikan Pengalaman Lapangan kepada MahasiswaTim Terpadu GTRA Plus Jadi Motor Pengelolaan Lahan di Kabupaten Tasikmalaya
Camat Karangnunggal Suherman menegaskan bahwa kesiapan petani menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas sektor pertanian.
“Persiapan musim tanam tidak hanya soal menanam, tetapi bagaimana petani mampu merencanakan seluruh tahapan budidaya secara baik,” ujarnya.
Selain membahas aspek teknis pertanian, Suherman juga menyampaikan program prioritas Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati yang menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu fokus pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyampaikan rencana penyiapan sejumlah regulasi terkait bantuan bagi petani. Program itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Menurut Suherman, perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian cukup besar karena sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor tersebut.
“Saat ini berbagai regulasi bantuan sedang dipersiapkan agar pelaksanaannya tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani,” katanya.
Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus dalam pertemuan itu adalah potensi dampak El Nino yang diprediksi dapat memengaruhi pola tanam dan ketersediaan air di sejumlah wilayah.
Baca Juga:Foto Perdana The Second Child Bikin Penasaran, Lim Soo Jung dan Park So Yi Terjebak Rahasia Kelam Masa LaluDPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya Sembelih 4 Sapi dan 6 Domba pada Iduladha 1447 Hijiriah
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), petani diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Suherman menilai perubahan cuaca ekstrem dapat menurunkan produktivitas pertanian apabila tidak dihadapi dengan perencanaan yang matang. Karena itu, koordinasi antara petani, kelompok tani, dan penyuluh perlu terus diperkuat.
“Kami mengajak seluruh petani untuk mempersiapkan diri sejak sekarang. Jangan sampai dampak perubahan iklim menyebabkan gagal panen,” ucapnya.
