Lingkar Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Rusak Menahun: Butuh Rp15,4 Miliar, Tambal Sulam Jadi Penawar

perbaikan Jalan Lingkar Pasar Cikurubuk
Kondisi Jalan Lingkar Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya yang mengalami kerusakan, Kamis (4/6/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Harapan perbaikan total Jalan Lingkar Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya ternyata masih harus menunggu.

Meski perencanaan rehabilitasi sudah rampung sejak tahun lalu, realisasi proyek senilai Rp15,4 miliar itu belum memiliki kepastian anggaran.

Akibatnya, jalan yang menjadi urat nadi aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Cikurubuk tersebut sementara hanya akan mendapat penanganan berupa pemeliharaan rutin dan tambal sulam di titik-titik yang dianggap mendesak.

Baca Juga:Jenazah Pria Ditemukan Mengambang di Sumur Tawang Tasikmalaya, Warga Sempat Dikejutkan Suara Misterius CSR JNE Berbuah Penghargaan Nasional, Bukti Aksi Sosial Tak Sekadar Tempelan Citra Perusahaan

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Heri Nugraha menjelaskan, Detail Engineering Design (DED) atau desain teknis perbaikan jalan lingkar luar Pasar Cikurubuk telah selesai disusun pada 2025.

Menurut dia, hasil perencanaan tersebut menghasilkan kebutuhan anggaran fisik sekitar Rp15,4 miliar untuk rehabilitasi jalan secara menyeluruh.

“Perencanaan sudah selesai tahun kemarin. DED sudah siap dan kebutuhan anggaran fisiknya sekitar Rp15,4 miliar. Itu untuk rehabilitasi penuh jalan lingkar luar Pasar Cikurubuk,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Ruas jalan yang masuk dalam perencanaan tersebut meliputi kawasan depan AH Witono, Ardi Winangun hingga akses menuju Situ Gede. Panjang keseluruhan ruas diperkirakan mencapai sekitar dua kilometer.

Namun hingga kini, kata Heri, belum ada kepastian terkait sumber pendanaan untuk merealisasikan pekerjaan fisik tersebut.

“Kalau melihat proses sekarang, paling cepat realisasinya tahun 2027. Sampai saat ini belum ada kabar terkait pembahasan anggarannya,” katanya.

Sambil menunggu anggaran besar turun, Dinas PUTR memilih melakukan penanganan sementara melalui pemeliharaan rutin.

Baca Juga:Delay 6 Jam Lebih, Ratusan Jemaah Haji Kota Tasikmalaya Kloter KJT-04 Sempat Naik-Turun Pesawat Hanafi Resmi Jadi Pj Sekda Kota Tasikmalaya, Langsung Dihadapkan PR Fiskal hingga Program Nasional

Langkah itu dinilai lebih realistis dibanding membiarkan kerusakan jalan terus melebar.

“Daripada menunggu rehab yang membutuhkan anggaran besar, kami prioritaskan dulu pemeliharaan rutin di titik-titik yang memang mendesak,” ungkapnya.

Untuk penanganan sementara di kawasan lingkar Pasar Cikurubuk, kebutuhan anggaran diperkirakan sekitar Rp45 juta.

Dana tersebut digunakan untuk menutup lubang dan memperbaiki kerusakan ringan yang berpotensi mengganggu lalu lintas.

Senada, Sekretaris Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Toni Antoni menyebut kebutuhan anggaran Rp15,4 miliar merupakan hitungan ideal apabila dilakukan rekonstruksi atau pelapisan ulang secara menyeluruh.

0 Komentar