Di tengah proses pencarian pelatih dan direktur olahraga baru, muncul satu persoalan yang juga menjadi perhatian publik Italia.
Zlatan Ibrahimovic, yang saat ini menjadi penasihat senior RedBird dan salah satu figur paling berpengaruh di klub, dikabarkan akan segera berangkat ke Amerika Serikat untuk menjalankan tugas sebagai komentator Piala Dunia bersama Fox Sports.
Keberangkatan Ibrahimovic menimbulkan pertanyaan besar. Bisakah Milan membangun tim yang kompetitif ketika salah satu tokoh kunci proyek klub justru berada di belahan dunia lain?
Baca Juga:Davide Torchia: Juventus Bisa Jual Semua Pemain Kecuali YildizAS Roma Incar Mason Greenwood, Gasperini Izinkan Matias Soulé Hengkang
Bergomi menilai hal tersebut tidak akan menjadi masalah selama Ibrahimovic menyelesaikan pekerjaan terpenting sebelum meninggalkan Italia.
“Yang paling penting adalah sebelum berangkat dia sudah memilih pelatih dan direktur olahraga. Mereka nantinya yang harus membangun tim bersama pemilik klub,” jelas Bergomi.
Menurutnya, teknologi dan komunikasi modern memungkinkan seseorang tetap terlibat dalam pengambilan keputusan meskipun berada jauh dari markas klub.
“Dia bisa saja berada di Amerika Serikat. Yang penting dia tetap menunjukkan komitmen, ketersediaan waktu, serta keinginan untuk membangun klub melalui ide dan kompetensinya,” tambahnya.
Meski mendukung keterlibatan Ibrahimovic dalam proyek Milan, Bergomi juga menyampaikan peringatan yang menarik dengan mengutip pemikiran legenda Rossoneri, Paolo Maldini.
Menurut Bergomi, Maldini pernah mengingatkan bahwa menjadi pemain hebat tidak otomatis membuat seseorang menjadi manajer atau direktur hebat.
“Seperti yang pernah dikatakan Paolo Maldini, seseorang tidak dilahirkan sebagai direktur. Menjadi mantan pemain tidak otomatis membuat Anda menjadi manajer yang hebat,” ujar Bergomi.
Baca Juga:Calon Presiden Fenerbahce Janjikan Boyong Paolo Maldini dan Antonio ConteMedia Italia: Ralf Rangnick Kunci Ibrahimovic Jadi Bos AC Milan
Namun ia juga menegaskan bahwa kemampuan memimpin dan mengelola klub bisa dipelajari seiring waktu.
“Tetapi semua itu bisa dipelajari. Seseorang bisa berkembang dan bertumbuh. Karena itu Ibrahimovic juga masih bisa berkembang dalam peran barunya,” lanjutnya.
Pernyataan Bergomi datang di saat posisi Ibrahimovic tengah menjadi sorotan.
Dalam beberapa pekan terakhir, mantan striker Swedia itu disebut memiliki pengaruh besar dalam berbagai keputusan penting di AC Milan, mulai dari restrukturisasi manajemen hingga pencarian figur baru untuk memimpin proyek olahraga Rossoneri.
Namun kritik terhadap Ibrahimovic juga semakin keras. Sejumlah mantan pemain dan kelompok suporter menilai perannya belum menghasilkan perubahan positif yang nyata bagi klub.
