TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Saya percaya pertemuan yang paling indah sering kali tidak direncanakan. Bukan di ruang rapat. Bukan pula di acara resmi yang penuh protokoler.
Melainkan di sudut sebuah kafe. Dengan secangkir kopi yang mulai dingin. Dan waktu yang tiba-tiba berputar mundur.
Itulah yang terjadi ketika H Azies Rismaya Mahpud bertemu sahabat lamanya, Zulfan Lindan, mantan politisi Nasdem.
Baca Juga:Anak Muda Style, Jangan Kebanyakan Mengeluh!Meneladani Spirit Pengorbanan dan Kepedulian Sosial di Hari Raya Idul Adha 1447 H
Pertemuan itu terjadi secara tidak sengaja. H Azies baru saja selesai ngopi dan bersantai di sebuah kafe di kawasan Jalan Kemang, Jakarta.
Suasana malam itu biasa saja. Tidak ada agenda khusus. Tidak ada janji temu. Sampai kemudian mata keduanya saling bertemu.
Sejenak terdiam. Lalu tersenyum. Dan sejarah pun seperti dibuka kembali. Sudah hampir 20 tahun mereka tidak berjumpa. Dua dekade.
Waktu yang cukup untuk mengubah banyak hal. Rambut yang dahulu hitam kini mulai memutih. Anak-anak tumbuh dewasa.
Bahkan cucu-cucu sudah mulai memiliki dunia pergaulannya sendiri. Namun ada satu hal yang tidak berubah.
Persahabatan. Begitu bertemu, tidak ada kecanggungan. Tidak ada jarak. Tidak ada formalitas. Yang ada justru tawa. Canda. Dan cerita-cerita lama yang kembali keluar dari gudang ingatan.
Azies mengenang masa ketika dirinya sering mengaji bersama Zulfan di Jakarta.
Masa-masa yang menurut mereka sangat berkesan.
Baca Juga:Dua Sasana Taijiquan Resmi Berdiri di Kota TasikmalayaFoto yang Menjelaskan Semua Tentang PPP Kota Tasikmalaya!
Saat perjuangan hidup masih panjang. Saat cita-cita masih diperjuangkan dengan penuh keyakinan. Saat persahabatan dibangun bukan karena jabatan, melainkan karena kebersamaan.
Percakapan pun mengalir seperti air. Tidak terasa. Tidak dibuat-buat. Dari cerita masa muda, perjalanan hidup, hingga kabar keluarga masing-masing.
Ada satu kisah yang membuat keduanya semakin tersenyum. Ternyata cucu Zulfan dan cucu Azies kini bersahabat. Bukan di dunia politik. Bukan pula di dunia organisasi. Melainkan di dunia otomotif.
Generasi baru itu rupanya tanpa sadar sedang melanjutkan jembatan persahabatan yang dibangun kakek- kakeknya puluhan tahun lalu.
Kadang hidup memang unik. Ketika dua orang lama berpisah oleh kesibukan dan perjalanan masing-masing, takdir justru mempertemukan kembali lewat cerita anak dan cucu.
