Malam itu, Kemang tidak hanya menjadi tempat ngopi. Kemang menjadi ruang nostalgia. Ruang tempat dua sahabat membuka kembali album perjuangan yang lama tersimpan.
Mereka mengenang orang-orang yang pernah bersama. Mengingat peristiwa-peristiwa yang pernah dilewati. Mengulang tawa yang dulu pernah tercipta.
Dan sesekali terdiam. Karena ada kenangan yang terlalu indah untuk dijelaskan dengan kata-kata. Pertemuan itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam.
Baca Juga:Anak Muda Style, Jangan Kebanyakan Mengeluh!Meneladani Spirit Pengorbanan dan Kepedulian Sosial di Hari Raya Idul Adha 1447 H
Tetapi nilainya jauh lebih besar daripada hitungan waktu. Sebab tidak semua orang beruntung bisa bertemu kembali dengan sahabat lama setelah terpisah hampir 20 tahun.
Dan tidak semua persahabatan mampu bertahan melewati perubahan zaman. Azies dan Zulfan membuktikannya. Bahwa waktu boleh berlalu. Jabatan boleh berganti. Kesibukan boleh berubah.
Tetapi sahabat sejati akan selalu menemukan jalan untuk kembali bercerita. Meski hanya berawal dari secangkir kopi di sebuah sudut Kemang, Jakarta. (red)
