TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Aksi seorang pria yang diduga hendak mengakhiri hidup dengan melompat dari Jembatan Cirahong, Kabupaten Tasikmalaya, berhasil digagalkan berkat kesigapan keluarga, penjaga jembatan, dan warga sekitar, Selasa (2/6/2026).
Pria tersebut diketahui bernama Mulyadi (31), warga yang tinggal di sekitar kawasan Jembatan Cirahong.
Peristiwa yang terjadi pada siang tadi itu sempat mengundang perhatian pengguna jalan yang melintas di jalur penghubung Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.
Baca Juga:DPRD Kota Tasikmalaya Diminta Cegah Generasi Muda Terjerumus Geng MotorViman Kembali Pimpin Kota Tasikmalaya Usai Haji, Estafet Kepemimpinan Diky Candra Resmi Berakhir
Sejumlah warga berkumpul di lokasi setelah mengetahui adanya seorang pria yang diduga akan melompat dari jembatan bersejarah tersebut. Beruntung, niat itu dapat dicegah sebelum berubah menjadi tragedi.
Penjaga pintu Jembatan Cirahong yang akrab disapa Mang Ohay menuturkan, korban datang ke lokasi menggunakan sepeda motor dengan kecepatan cukup tinggi sebelum akhirnya berhenti di tengah jembatan.
“Dia datang naik motor cukup kencang, lalu berhenti di tengah jembatan. Karena gerak-geriknya mencurigakan, kami langsung memperhatikan,” ujar Mang Ohay.
Kecurigaan warga semakin kuat ketika keluarga korban yang berada di sekitar lokasi meminta bantuan untuk mencegah tindakan yang membahayakan tersebut.
“Ibu-ibunya minta tolong kepada kami. Saya bersama warga langsung berlari ke tengah jembatan. Beberapa pengguna jalan yang melintas juga ikut membantu mengamankan,” katanya.
Proses penyelamatan berlangsung cukup menegangkan. Menurut Mang Ohay, korban berada dalam kondisi emosional dan sulit diajak berkomunikasi.
“Korban sempat marah-marah, berontak, dan sulit diajak bicara. Kami berusaha menenangkan sambil menjauhkan dari area yang berbahaya,” ungkapnya.
Baca Juga:Demokrasi Inklusif di Kota Tasikmalaya Masih Tersandung Akurasi dan AksesibilitasKeterbatasan Anggaran Tak Surutkan Ambisi Tim Voli Kota Tasikmalaya Memburu Medali di Porprov
Setelah beberapa saat, situasi berhasil dikendalikan. Korban kemudian diamankan dan dibawa menjauh dari lokasi untuk mendapatkan pendampingan dari pihak keluarga.
Terkait penyebab peristiwa tersebut, belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, korban diduga sedang menghadapi persoalan pribadi dan masalah keluarga.
“Kami tidak tahu pasti penyebabnya. Informasi yang kami dengar ada persoalan keluarga. Yang jelas saat itu kondisinya mengkhawatirkan,” beber Mang Ohay.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus persoalan hidup, kepedulian sosial masih menjadi pagar pertama yang mampu menahan seseorang dari keputusan paling kelam.
