TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid-Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) terus memperkuat konsolidasi organisasi hingga level bawah.
Hal itu ditandai dengan pelantikan Pengurus Cabang (PC) BKMM-DMI se-Kota Tasikmalaya masa bakti 2026-2031 di Gedung Dakwah Islamiyah (GDI), Sabtu (23/5/2026).
Mengusung tema Melejitkan Kompetensi Organisasi dengan Sinergi dan Kolaborasi, pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan peran majelis taklim agar lebih aktif dan terstruktur hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Baca Juga:Mutasi di Mapolres Tasikmalaya Kota!Guru Dikira Naik Gaji 300 Persen, Ternyata Cuma Kebagian PHP
Ketua PW BKMM-DMI Jawa Barat, Hj Lina Marlina Ruzhan menegaskan, pembentukan kepengurusan sampai level bawah merupakan amanat organisasi yang harus dijalankan secara serius.
Menurut dia, BKMM-DMI di Jawa Barat kini telah terbentuk di 27 kabupaten/kota dan sebagian besar kecamatan sudah memiliki kepengurusan aktif.
“Hari ini Kota Tasikmalaya kembali mengukuhkan kepengurusan cabang. Setelah dilantik jangan hanya dibentuk lalu diam. Organisasi harus bergerak, harus paham tugas dan fungsi,” ujarnya.
Dia menekankan pentingnya pengurus memahami AD/ART organisasi agar roda kelembagaan berjalan sesuai aturan.
Selain itu, pengurus juga didorong memahami nilai perjuangan BKMM-DMI yang tercermin dalam Mars organisasi.
“Bukan sekadar hafal Mars, tapi juga memahami arah organisasi dan menjalankan program dengan semangat kebersamaan,” katanya.
Ketua PD BKMM-DMI Kota Tasikmalaya, Hj N Ai Rosida berharap pelantikan tersebut mampu memantik semangat baru bagi seluruh pengurus cabang agar semakin solid membangun kolaborasi.
Baca Juga:Darurat Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong di Priangan Timur, OJK: Jangan Terbuai Iming-iming Untung InstanMasalah Sampah di Kota Tasikmalaya Masih Bau Politik Lama, Forsil: Solusi Jangan Tertinggal di Belakang Truk
Menurut dia, sinergi antara pengurus cabang, pengurus daerah, pengurus wilayah hingga pemerintah daerah menjadi kunci sukses menjalankan program organisasi.
“Semua program akan lebih mudah berhasil kalau dikerjakan bersama-sama. Kolaborasi dan musyawarah menjadi kekuatan utama organisasi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Hj N Aah mengaku persiapan pelantikan dilakukan dalam waktu singkat.
Meski begitu, kegiatan tetap berjalan lancar berkat solidaritas dan kekompakan seluruh panitia serta pengurus.
“Kurang dari satu bulan persiapan, tapi semua bisa berjalan baik karena ada semangat berkorban, kolaborasi dan solidaritas antar pengurus,” tambahnya.
Dia berharap pasca pelantikan seluruh pengurus cabang mampu bergerak aktif menggali potensi organisasi di wilayah masing-masing.
