RADARTASIK.ID – Fabio Capello akhirnya meluruskan salah satu kisah paling terkenal dalam karier kepelatihannya bersama Antonio Cassano di Real Madrid.
Mantan pelatih AS Roma dan Madrid itu membantah kabar yang selama ini beredar bahwa dirinya pernah menampar mantan penyerang timnas Italia tersebut.
Dalam wawancara dengan Corriere della Sera, Capello menjelaskan bahwa insiden yang dimaksud jauh dari gambaran yang selama ini berkembang di publik.
Baca Juga:Jurnalis Italia Tak Setuju Amorim Latih AC Milan: Rossoneri Milan Mempermainkan Dirinya SendiriDeniz Undav: Mantan Kuli Pabrik yang Jadi Senjata Rahasia Jerman di Piala Dunia 2026
Menurut pelatih legendaris Italia itu, tindakan yang dilakukannya kepada Cassano hanyalah sebuah teguran ringan.
“Tidak seperti itu. Mungkin hanya tepukan kecil di kepala, dan itu untuk kebaikannya,” ujar Capello.
Pernyataan tersebut kembali menghidupkan kisah hubungan unik antara Capello dan Cassano, dua sosok yang sama-sama dikenal memiliki karakter kuat dan temperamen tinggi.
Capello mengakui tak pernah meragukan kualitas Cassano. Menurutnya, mantan pemain Bari, Roma, Real Madrid, AC Milan, hingga Sampdoria itu merupakan salah satu talenta terbaik yang pernah dilatihnya.
Namun, bakat besar itu juga disertai karakter yang sulit dikendalikan.
“Cassano adalah talenta sejati, tetapi dia kurang mau mendengarkan,” kata Capello.
Selama kariernya, Cassano dikenal sebagai pemain dengan teknik tinggi, kreativitas luar biasa, dan visi bermain yang istimewa.
Banyak pengamat bahkan menilai potensinya setara dengan para pemain terbaik dunia pada masanya.
Baca Juga:Manchester United Senang Amorim Bakal Latih AC Milan: Bakal Hemat Uang PesangonRuben Amorim Kandidat Terkuat Pelatih AC Milan: Rossoneri Kembali Bermain dengan Tiga Bek
Sayangnya, kariernya sering diwarnai kontroversi. Sikap temperamental dan kedisiplinan yang kurang membuatnya beberapa kali berselisih dengan pelatih, termasuk Capello.
Meski demikian, hubungan keduanya ternyata tetap terjaga hingga sekarang.
“Beberapa hari lalu kami berbicara lewat telepon. Dia menelepon saya kembali untuk mengatakan bahwa anak-anaknya terkejut: ‘Ayah, siapa pria ini yang Anda panggil dengan sapaan formal?’” ungkap Capello sambil tersenyum.
Hubungan Capello dan Cassano semakin menarik karena keduanya pernah bekerja sama di Real Madrid.
Cassano didatangkan Los Blancos dari AS Roma pada Januari 2006 dengan status sebagai salah satu talenta terbesar Italia.
Namun, petualangan Cassano di Spanyol jauh dari kata sukses.
Selama memperkuat Real Madrid, Cassano kesulitan beradaptasi dengan tuntutan klub sebesar Los Blancos.
