RADARTASIK.ID – Kisah hidup striker Timnas Jerman, Deniz Undav, layak dijadikan inspirasi.
Sebelum dikenal sebagai salah satu penyerang paling tajam di Bundesliga, pemain berusia 29 tahun itu pernah menjalani kehidupan yang jauh dari gemerlap sepak bola profesional.
Kini, di Piala Dunia 2026, banyak pihak mulai menyebutnya sebagai “Jamie Vardy versi Jerman”.
Baca Juga:Manchester United Senang Amorim Bakal Latih AC Milan: Bakal Hemat Uang PesangonRuben Amorim Kandidat Terkuat Pelatih AC Milan: Rossoneri Kembali Bermain dengan Tiga Bek
Julukan itu bukan tanpa alasan. Sama seperti Vardy, Undav meniti karier dari level bawah sebelum akhirnya meledak di usia yang relatif terlambat.
Musim ini, hanya Harry Kane yang mampu mencetak gol lebih banyak darinya di Bundesliga. Namun, perjalanan Undav menuju puncak sepak bola Eropa sama sekali tidak mudah.
Saat berusia 19 tahun, Deniz Undav belum bisa hidup sepenuhnya dari sepak bola.
Ia masih bermain di kompetisi amatir Jerman dan harus mencari penghasilan tambahan dengan bekerja di pabrik.
Undav bahkan pernah mengungkapkan bahwa dirinya sudah mulai bekerja sejak pukul 04.00 pagi.
Rutinitas berat itu dijalaninya demi mengejar dua hal sekaligus: bertahan hidup dan mewujudkan mimpi menjadi pesepak bola profesional.
Tidak banyak pemain internasional yang memiliki latar belakang seperti itu.
Pengalaman bekerja keras sejak muda diyakini membentuk mental baja yang kini menjadi salah satu kekuatan utamanya di lapangan.
Baca Juga:Kecewa dengan AC Milan, Modric Ingin Pensiun Usai Piala DuniaInter Milan Buka Opsi Barter Pemain dengan Juventus: Frattesi Tukar Andrea Cambiaso
Perjalanan kariernya kemudian mulai berubah ketika ia hijrah ke Belgia dan bergabung dengan klub Union Saint-Gilloise.
Di sanalah nama Undav mulai mencuri perhatian publik sepak bola Eropa.
Performa gemilang di Belgia membuat Undav direkrut Brighton di Liga Inggris.
Meski petualangannya di Premier League tidak terlalu spektakuler dari sisi statistik—hanya mencetak lima gol dalam 22 penampilan—pengalaman di Inggris ternyata sangat berharga bagi perkembangannya.
Undav berkali-kali mengungkapkan rasa terima kasih kepada pelatih Roberto De Zerbi yang selalu memberikan kepercayaan dan dukungan kepadanya.
Di bawah arahan De Zerbi, Undav berkembang bukan hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga sebagai penyerang modern yang mampu berkontribusi dalam permainan tim.
Pengalaman di Premier League menjadi fondasi penting sebelum ia mencapai level terbaiknya.
