Ruben Amorim Kandidat Terkuat Pelatih AC Milan: Rossoneri Kembali Bermain dengan Tiga Bek 

Ruben Amorim
Ruben Amorim  Foto: Tangkapan layar Instagram@rubenamorimu 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – AC Milan semakin dekat dengan era baru usai Ruben Amorim kini muncul sebagai kandidat terkuat untuk menukangi Rossoneri musim depan.

Menariknya, pelatih asal Portugal itu bahkan memiliki hubungan emosional dengan Milan sejak kecil.

Dalam sebuah wawancara beberapa tahun lalu, Amorim pernah mengungkapkan kecintaannya terhadap klub asal Kota Mode tersebut.

Baca Juga:Kecewa dengan AC Milan, Modric Ingin Pensiun Usai Piala DuniaInter Milan Buka Opsi Barter Pemain dengan Juventus: Frattesi Tukar Andrea Cambiaso 

“Sebagai seorang anak, saya senang menonton Benfica dan AC Milan. Impian saya adalah bermain untuk Benfica dan AC Milan. Saya telah mewujudkan salah satunya, sekarang saya ingin menjadi pelatih di klub yang lain,” ujar Amorim dikutip Calciomercato kala itu.

Ucapan tersebut kini berpotensi menjadi kenyataan. Negosiasi antara Milan dan Amorim dikabarkan berjalan positif.

Pemilik klub Gerry Cardinale disebut telah mengajukan kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan satu musim.

Nilai kontrak yang ditawarkan mencapai €3,5 juta per musim, atau setara sekitar Rp70 miliar dengan kurs €1 = Rp20.000.

Selain itu, terdapat bonus tambahan yang berkaitan dengan keberhasilan lolos ke Liga Champions dan pencapaian tim di kompetisi Eropa.

Pertemuan langsung antara pihak Milan dan perwakilan Amorim telah berlangsung di Lisbon dalam beberapa hari terakhir.

Sosok agen super Jorge Mendes juga disebut memiliki pengaruh besar dalam proses negosiasi, meski secara resmi bukan agen sang pelatih.

Baca Juga:AS Roma Siap Korbankan Soule demi Greenwood dan PulisicGasperini Minta Pemilik AS Roma Datangkan Christian Pulisic

Mendes diketahui memiliki hubungan kuat dengan manajemen Milan. Pada bursa transfer sebelumnya, jaringan sang agen turut memfasilitasi kedatangan sejumlah pemain ke San Siro.

Jika resmi ditunjuk, Amorim diperkirakan akan membawa perubahan besar pada identitas permainan Rossoneri.

Pelatih berusia 41 tahun itu dikenal sebagai pengusung sistem tiga bek, formasi yang sukses ia terapkan saat menangani Sporting CP.

Skema andalannya adalah 3-4-2-1, yang dapat berubah menjadi 3-4-3 sesuai kebutuhan pertandingan.

Artinya, Milan akan meninggalkan sistem empat bek yang selama ini menjadi ciri khas mereka.

Perubahan taktik tersebut membuat Milan harus aktif di bursa transfer. Setidaknya dibutuhkan dua bek tengah tambahan, dua wing-back dengan kemampuan menyerang dan bertahan yang seimbang, serta seorang striker murni nomor sembilan.

0 Komentar