Capello Bantah Pernah Tampar Cassano: Itu Cuma Tepukan Kecil di Kepala

Fabio Capello
Fabio Capello Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

Masalah kebugaran dan disiplin menjadi hambatan utama dalam kariernya di Santiago Bernabeu.

Capello yang kembali menangani Madrid pada musim 2006/2007 berusaha mengeluarkan potensi terbaik dari mantan anak asuhnya itu. Namun, hubungan keduanya tak selalu berjalan mulus.

Dalam wawancara terbarunya, Capello mengungkap bahwa Cassano ternyata juga merasakan tekanan besar bermain di Bernabeu.

Baca Juga:Jurnalis Italia Tak Setuju Amorim Latih AC Milan: Rossoneri Milan Mempermainkan Dirinya SendiriDeniz Undav: Mantan Kuli Pabrik yang Jadi Senjata Rahasia Jerman di Piala Dunia 2026 

“Di Madrid, dia merasa tidak bisa mengekspresikan dirinya seperti biasa. Bahkan dia, yang terkenal percaya diri, merasakan tekanan Bernabeu, meskipun dia tidak ingin mengakuinya,” jelas Capello.

Pernyataan tersebut cukup menarik, mengingat Cassano selama ini dikenal sebagai sosok yang nyaris tak pernah takut berbicara atau menghadapi tekanan.

Fabio Capello sendiri memiliki sejarah istimewa bersama Real Madrid. Ia dua kali menangani klub raksasa Spanyol tersebut, yakni pada musim 1996/1997 dan 2006/2007.

Menariknya, pada dua periode itu pula Capello selalu berhasil mempersembahkan gelar Liga Spanyol.

Pada musim 1996/1997, Capello langsung membawa Madrid menjuarai La Liga di musim pertamanya.

Prestasi serupa kembali ia ulangi satu dekade kemudian saat memimpin Los Blancos meraih gelar La Liga 2006/2007 dalam persaingan ketat dengan Barcelona.

Meski sukses secara hasil, gaya permainan pragmatis Capello kerap menuai kritik dari publik Madrid yang terbiasa dengan sepak bola atraktif.

Baca Juga:Manchester United Senang Amorim Bakal Latih AC Milan: Bakal Hemat Uang PesangonRuben Amorim Kandidat Terkuat Pelatih AC Milan: Rossoneri Kembali Bermain dengan Tiga Bek 

Ironisnya, Capello justru dipecat setelah mengantarkan Madrid menjadi juara La Liga pada 2007.

Sementara itu, karier Cassano di Real Madrid tidak berjalan sesuai ekspektasi.

Selama membela Los Blancos dari 2006 hingga 2008, ia tampil dalam 29 pertandingan La Liga dan mencetak empat gol.

Meski ikut merasakan gelar La Liga 2006/2007 di bawah Capello, kontribusi Cassano tidak terlalu besar.

Berat badannya sempat menjadi sorotan media Spanyol, sementara masalah disiplin membuatnya lebih sering berada di pinggir lapangan.

Setelah gagal memenuhi ekspektasi di Madrid, Cassano kembali ke Italia dan bergabung dengan Sampdoria.

Di klub inilah ia perlahan menghidupkan kembali kariernya sebelum kemudian bermain untuk AC Milan dan Inter Milan.

Kisah Capello dan Cassano menjadi salah satu cerita unik dalam sepak bola Italia: seorang pelatih disiplin yang mencoba membimbing pemain jenius dengan karakter sulit diatur.

0 Komentar