Mutasi di Mapolres Tasikmalaya Kota!

mutasi jabatan
Mantan Wakapolres Tasikmalaya Kota, Kompol Wahyu Maduransyah ST SIK MK dan Mantan Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra SH MH. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Di kepolisian, perpindahan jabatan itu seperti pergantian musim. Tidak pernah benar-benar mengejutkan. Tapi selalu meninggalkan suasana.

Kompol Wahyu Maduransyah ST SIK MK kini meninggalkan kursi Wakapolres Tasikmalaya Kota. Ia mendapat tugas baru sebagai Wakapolres Cianjur.

Tasikmalaya kehilangan satu perwira yang dikenal tenang. Tidak banyak bicara. Tapi geraknya rapi.

Baca Juga:Guru Dikira Naik Gaji 300 Persen, Ternyata Cuma Kebagian PHPDarurat Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong di Priangan Timur, OJK: Jangan Terbuai Iming-iming Untung Instan

Ia bukan tipe polisi yang gemar tampil di depan kamera. Tidak pula terlalu sering meledak-ledak dalam forum. Namun justru di situ letak kekuatannya. Ia bekerja seperti orang menyusun jam tangan: detail, pelan, tetapi presisi.

Di masa tugasnya, dinamika Kota Tasik tidak pernah benar-benar sepi. Demonstrasi datang silih berganti. Gesekan sosial muncul sesekali. Belum lagi ritme politik lokal yang selalu punya suhu sendiri. Namun Wahyu terlihat mampu menjaga irama itu tetap stabil.

Kini tongkat estafet itu diserahkan kepada Kompol Aulia Robby Kartika Putra SIK MIK. Sebelumnya dia menjabat sebagai Kapolsek Gunung Putri. Polres Bogor. Nama baru bagi sebagian warga Tasik. Tapi bukan orang baru di dunia kepolisian. Tantangannya tidak ringan.

Tasikmalaya bukan kota besar. Tapi denyut sosial dan politiknya sering kali lebih rumit dibanding kota metropolitan. Semua cepat bergerak. Semua cepat viral.

Seorang wakapolres di Tasik tidak cukup hanya memahami hukum. Ia harus memahami psikologi masyarakat Priangan. Harus tahu kapan bicara keras. Kapan memilih diam.

Sementara itu, pergeseran penting juga terjadi di kursi Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. AKP Herman Saputra SH MH resmi bergeser menjadi Kasat Reskrim Polres Garut.

Nama Herman cukup melekat di Tasik. Terutama dalam sejumlah penanganan kasus yang sempat menyita perhatian publik.

Baca Juga:Masalah Sampah di Kota Tasikmalaya Masih Bau Politik Lama, Forsil: Solusi Jangan Tertinggal di Belakang TrukKasus Thalasemia di Kota Tasikmalaya Tembus 300 Orang, PMI Krisis 600 Kantong Darah Tiap Bulan

Dunia reserse memang keras. Tidak ada tepuk tangan. Yang ada justru kritik. Sedikit salah langkah, langsung jadi sorotan.

Namun Herman berhasil melewati fase itu dengan karakter yang relatif tenang. Kini kursi panas itu ditempati AKP Januar Rangga Fardhela SE MH. Ia datang dari Ditreskrimum Polda Jawa Barat. Sebelumnya menjabat Panit 2 Unit 2 Subdit 1. Bahasa sederhananya: ia terbiasa bermain di ruang penyidikan yang serius.

0 Komentar