Tasik akan menjadi panggung baru baginya. Sebab menjadi Kasat Reskrim di daerah bukan hanya soal menangkap pelaku kejahatan. Tapi juga membaca arah angin masyarakat.
Kadang kasus kecil bisa membesar karena emosi publik. Kadang perkara besar justru selesai lewat komunikasi yang tepat. Itulah seni menjadi polisi di daerah.
Mutasi ini mungkin hanya sebaris surat keputusan di meja birokrasi. Namun di balik itu, selalu ada cerita tentang adaptasi. Tentang meninggalkan wilayah lama. Tentang membangun chemistry baru dengan anggota. Juga tentang harapan masyarakat yang tidak pernah ikut pindah.
Baca Juga:Guru Dikira Naik Gaji 300 Persen, Ternyata Cuma Kebagian PHPDarurat Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong di Priangan Timur, OJK: Jangan Terbuai Iming-iming Untung Instan
Tasik kini memasuki babak baru di tubuh Polresnya. Dan seperti biasa, publik hanya ingin satu hal: kota tetap aman, hukum tetap berjalan, dan polisi tetap hadir sebagai pengayom—bukan sekadar penjaga seragam. (red)
