PURWOKERTO, RADARTASIK.ID – Maraknya kasus pinjaman online ilegal dan investasi bodong di wilayah Priangan Timur menjadi perhatian serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya.
Tingginya angka masyarakat yang terjerat penipuan keuangan membuat kondisi ini disebut sudah masuk kategori darurat.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengungkapkan laporan masyarakat terkait praktik keuangan ilegal terus berdatangan dengan berbagai modus.
Baca Juga:Masalah Sampah di Kota Tasikmalaya Masih Bau Politik Lama, Forsil: Solusi Jangan Tertinggal di Belakang TrukKasus Thalasemia di Kota Tasikmalaya Tembus 300 Orang, PMI Krisis 600 Kantong Darah Tiap Bulan
Mulai dari pinjol ilegal berbunga tinggi hingga investasi abal-abal yang menjanjikan keuntungan fantastis dalam waktu singkat.
“Banyak laporan masuk ke kami,” ujar Nofa Hermawati di sela gathering di Purwokerto, Kamis malam (21/5/2026).
“Modusnya macam-macam, mulai dari pinjol ilegal yang mencekik bunga, sampai investasi bodong yang menjanjikan untung besar dalam waktu singkat,” sambungnya.
Menurutnya, rendahnya literasi keuangan masyarakat masih menjadi celah empuk bagi pelaku penipuan.
Banyak warga dinilai terlalu mudah tergiur janji keuntungan besar tanpa lebih dulu mengecek legalitas perusahaan atau aplikasi investasi tersebut.
“Literasi kita masih rendah. Masyarakat mudah percaya dengan tawaran investasi yang tidak jelas legalitasnya. Padahal kalau dicek di OJK, izinnya tidak ada,” terangnya.
Fenomena ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang tergoda jalan pintas meraih cuan, meski ujung-ujungnya justru buntung.
Baca Juga:Sampah Kota Tasikmalaya Belum Capai Syarat Proyek Rp80 Triliun, DPRD: TPA Jangan Jadi Kuburan LahanKnalpot Brong Bikin Tasik Berisik, 13 Motor Diamankan Jelang Euforia Persib Juara
Di tengah ekonomi yang serba sulit, iming-iming untung cepat seolah menjadi jebakan yang terus memakan korban.
Untuk menekan maraknya kasus tersebut, OJK Tasikmalaya menggencarkan edukasi literasi keuangan ke berbagai lapisan masyarakat.
Sejumlah pihak dilibatkan, mulai dari TNI, insan media, hingga komunitas lokal agar pemahaman pengelolaan keuangan bisa menjangkau lebih luas.
Tak hanya itu, OJK juga menggandeng Mojang Jajaka Tasikmalaya sebagai Duta Sadar Literasi Keuangan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menyasar generasi muda yang aktif di media sosial dan rentan menjadi target promosi investasi ilegal.
“Anak muda sekarang dekat dengan media sosial. Lewat Mojang Jajaka, kami ingin pesan literasi keuangan sampai ke Gen Z. Mulai dari cara menabung, mengenali pinjol ilegal, sampai waspada investasi bodong,”bebernya.
Nofa mengingatkan masyarakat agar memahami ciri-ciri pinjol ilegal dan investasi bodong.
