Kasus Thalasemia di Kota Tasikmalaya Tembus 300 Orang, PMI Krisis 600 Kantong Darah Tiap Bulan

kasus thalasemia di Kota Tasikmalaya
Kegiatan donor darah yang diikuti masyarakat Kota Tasikmalaya untuk membantu kebutuhan PMI, belum lama ini. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kasus thalasemia di Kota Tasikmalaya terus merangkak naik.

Di tengah belum ditemukannya obat penyembuh total, para penyintas harus bergantung pada transfusi darah seumur hidup.

Ironisnya, kebutuhan darah justru belum mampu dipenuhi secara maksimal. Stok di PMI Kota Tasikmalaya bahkan masih tekor hingga 600 kantong darah setiap bulan.

Baca Juga:Sampah Kota Tasikmalaya Belum Capai Syarat Proyek Rp80 Triliun, DPRD: TPA Jangan Jadi Kuburan LahanKnalpot Brong Bikin Tasik Berisik, 13 Motor Diamankan Jelang Euforia Persib Juara

Ketua PMI Kota Tasikmalaya Rahmat Kurnia menyebutkan, jumlah penderita thalasemia kini sudah mencapai sekitar 300 orang.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan darah terus meningkat, terutama untuk pasien thalasemia dan gagal ginjal yang wajib menjalani transfusi rutin.

“Pelayanan donor darah tetap dibuka di PMI maupun RSUD dr Soekardjo. Tapi kebutuhan darah per bulan masih belum terpenuhi. Dari kebutuhan sekitar 1.500 labu, kami masih kekurangan sekitar 600 kantong darah,” ujar Rahmat Kurnia kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, stok darah di PMI kerap berada di titik rawan. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa menipis hingga nyaris kosong.

Sementara pasien thalasemia dan gagal ginjal tidak bisa menunggu terlalu lama karena transfusi darah menjadi penopang hidup mereka.

“Pasien thalasemia dan gagal ginjal rata-rata harus transfusi dua minggu sekali. Ini bukan soal rutinitas biasa, tapi soal nyawa. Makanya kami berharap kesadaran masyarakat untuk rutin donor darah terus meningkat,” terangnya.

Fenomena ini menjadi ironi tersendiri. Di tengah geliat gaya hidup modern dan hingar-bingar media sosial, urusan donor darah masih kalah ramai dibanding antrean diskon kopi susu.

Baca Juga:Razia Miras di Tasikmalaya Digencarkan, 53 Botol Disita dari Tiga Titik Rawan Penyakit MasyarakatPolisi Ingatkan Bobotoh: Jangan Sampai Euforia Juara di Tasikmalaya Ternoda Knalpot Brong dan Flare

Padahal, satu kantong darah bisa menjadi perpanjangan napas bagi pasien yang hidupnya bergantung pada transfusi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra Hendriana mengatakan, peningkatan kasus thalasemia mendorong pemerintah memperkuat langkah pencegahan melalui skrining calon pengantin.

Menurut dia, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah menjadi langkah penting untuk mendeteksi apakah calon pasangan merupakan pembawa sifat thalasemia.

Sebab jika dua pembawa sifat menikah, peluang melahirkan anak dengan thalasemia mayor bisa mencapai 25 persen.

“Deteksi dini menjadi kunci memutus rantai kelahiran anak thalasemia. Karena itu kami menggandeng KUA, puskesmas, dan fasilitas kesehatan untuk mengarahkan calon pengantin melakukan pemeriksaan darah sebelum menikah,” tutur Asep.

0 Komentar