Budi Mahmud Serap Aspirasi hingga Ujung Tamansari

Reses DPRD Jawa Barat
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H Budi Mahmud Saputra menyampaikan paparan dalam Reses III Tahun Sidang 2025–2026 di Aula Kelurahan Setiawargi, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Kamis (11/6/2026), sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Reses bukan sekadar agenda rutin yang diisi sambutan dan serap aspirasi.

Bagi masyarakat, forum ini menjadi ruang untuk memastikan suara mereka tidak berhenti di buku catatan, melainkan berlanjut menjadi program pembangunan yang nyata.

Harapan itu mengemuka saat Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) XV Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, H. Budi Mahmud Saputra SE, menggelar Reses III Tahun Sidang 2025–2026 di Aula Kelurahan Setiawargi, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga:Tiga Kursi Kadis Masih Kosong, Mutasi Pejabat Eselon II di Kota Tasikmalaya DimatangkanDPRD Kota Tasikmalaya Pertanyakan Kerja Sama Parkir yang Dikelola Swasta, Jangan Sampai PAD Merugi

Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga warga yang memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan di lingkungannya.

Dalam dialog itu, warga menyoroti beragam kebutuhan yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah, mulai dari pembangunan infrastruktur lingkungan, peningkatan fasilitas pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga dukungan terhadap aktivitas kepemudaan dan kegiatan sosial.

Budi Mahmud Saputra menegaskan, reses merupakan instrumen penting bagi anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Seluruh masukan yang diterima akan menjadi bahan penyusunan skala prioritas pembangunan sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Reses ini menjadi momentum untuk mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang masuk akan kami catat dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, usulan masyarakat menjadi pijakan penting dalam menentukan arah kebijakan agar pembangunan tidak hanya tersusun di atas meja, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan.

Masyarakat pun berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai daftar usulan tahunan.

Baca Juga:Street Art Tasikmalaya Hidupkan HZ Musthofa Jadi Ruang SeniKota Tasikmalaya Andalkan MTQH Bentuk Generasi Berakhlak

Warga ingin setiap masukan mendapat tindak lanjut sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung.

Suasana reses berlangsung hangat dan interaktif. Selain menyampaikan usulan, warga juga berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.

Melalui komunikasi dua arah tersebut, diharapkan hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat semakin erat, sehingga kebijakan pembangunan dapat lebih tepat sasaran dan tidak sekadar menjadi rutinitas politik lima tahunan. (firgiawan)

0 Komentar