TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Wajah Jalan HZ Musthofa, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, tak lagi hanya dipenuhi lalu lalang masyarakat yang berbelanja atau berolahraga setiap Minggu pagi.
Selama sekitar dua bulan terakhir, kawasan pedestrian di jantung perekonomian kota itu perlahan menjelma menjadi panggung terbuka bagi para seniman untuk menampilkan karya dan kreativitasnya.
Lewat Street Art Tasikmalaya, suasana Minggu pagi menjadi lebih hidup.
Alunan musik dari penampilan live band berpadu dengan gerak tari tradisional, aktivitas melukis di ruang terbuka, pembacaan puisi hingga hadirnya pustaka jalanan yang mengajak masyarakat menikmati buku di tengah keramaian kota.
Baca Juga:Kota Tasikmalaya Andalkan MTQH Bentuk Generasi BerakhlakGalunggung Fun Walk Satukan Polisi dan Warga Tasikmalaya
Kegiatan yang digagas Komunitas Cermin Tasikmalaya itu menghadirkan warna berbeda di ruang publik.
Pedestrian yang selama ini identik sebagai jalur pejalan kaki dan kawasan perdagangan, kini juga menjadi ruang ekspresi seni yang dapat dinikmati siapa saja secara gratis.
Seniman dan Budayawan Tasikmalaya sekaligus Pembina Komunitas Cermin, Asmansyah Timutiah atau yang akrab disapa Acong, mengatakan Street Art Tasikmalaya lahir dari keinginan menghadirkan nuansa artistik di tengah kehidupan kota.
Menurutnya, ruang publik tidak semestinya hanya dipandang sebagai tempat transaksi ekonomi semata.
Kota Tasikmalaya juga membutuhkan sentuhan seni agar masyarakat memiliki ruang berekspresi sekaligus menikmati kebudayaan.
“Ini adalah gagasan Street Art Tasikmalaya dari Komunitas Cermin. Kami berharap kota memiliki nuansa seni,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (14/6/2026).
“Jangan hanya dipenuhi urusan dagang, jual beli, atau mengejar keuntungan, tetapi juga ada unsur artistik yang bisa dinikmati masyarakat,” sambungnya.
Baca Juga:Demo Tolak Kenaikan BBM di Tasikmalaya Sempat Memanas, DPRD Janji Kirim Delapan Tuntutan ke DPR RIKeamanan Jadi Modal Cari Nafkah, Kapolres Tasikmalaya Kota Rangkul Ojol hingga Sopir Lewat Baksos Bhayangkara
Ia berharap kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi pasar seni mingguan yang mampu mewadahi kreativitas warga Tasikmalaya dari berbagai bidang.
Menurut Acong, potensi seni di Kota Tasikmalaya sangat beragam, mulai dari musik, tari, seni rupa, sastra hingga literasi.
Seluruh potensi itu layak diberi ruang untuk tampil di tengah masyarakat.
“Kami berharap ke depan ada semacam pasar seni mingguan. Kreativitas masyarakat Tasikmalaya di bidang seni bisa dimunculkan dan menjadi daya tarik tersendiri,” katanya.
Tak hanya pertunjukan seni, Street Art Tasikmalaya juga menghadirkan pustaka jalanan yang dapat diakses masyarakat.
