TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XVI bukan sekadar ajang mencari juara.
Lebih dari itu, kegiatan ini diposisikan sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Qurani yang mampu menghadapi tantangan zaman, terutama derasnya pengaruh negatif di era digital.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menilai perkembangan teknologi informasi membawa berbagai tantangan serius bagi generasi muda.
Baca Juga:Galunggung Fun Walk Satukan Polisi dan Warga TasikmalayaDemo Tolak Kenaikan BBM di Tasikmalaya Sempat Memanas, DPRD Janji Kirim Delapan Tuntutan ke DPR RI
Mulai dari degradasi moral, penyalahgunaan teknologi digital, pergaulan bebas hingga banjir informasi yang berpotensi mengikis nilai-nilai keagamaan.
“Karena itulah Al-Qur’an dan Hadis harus menjadi kompas moral bagi generasi penerus,” ujarnya saat membuka MTQH XVI Tingkat Kota Tasikmalaya Tahun 2026, Jumat (12/6/2026) malam.
“Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, karakter yang kuat, dan kepekaan sosial yang tinggi,” sambungnya.
Menurut Viman, ukuran keberhasilan MTQH tidak berhenti pada lahirnya para juara. Keberhasilan sesungguhnya adalah semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan, MTQH menjadi ruang untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis, sekaligus membangun sumber daya manusia yang berkarakter.
Berbagai cabang yang diperlombakan, mulai dari tilawah, tahfiz, tafsir, fahmil, syarhil Qur’an, karya tulis ilmiah hingga kaligrafi, dinilai menjadi wadah melahirkan calon ulama, dai, mufasir, penulis hingga pemimpin masa depan.
“Ketika kita menyelenggarakan MTQH, sesungguhnya kita sedang berinvestasi untuk masa depan. Kita sedang menyiapkan generasi Qurani yang kuat akhlaknya, luas ilmunya, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya,” katanya.
Baca Juga:Keamanan Jadi Modal Cari Nafkah, Kapolres Tasikmalaya Kota Rangkul Ojol hingga Sopir Lewat Baksos BhayangkaraMusala dan Gudang di Mangkubumi Tasikmalaya Ludes Terbakar, Api Datang Saat Listrik Padam
Viman menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Tasikmalaya sebagai kota industri, jasa dan perdagangan yang religius, inovatif, maju dan berkelanjutan.
Menurutnya, predikat Kota Santri tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi harus tercermin dalam perilaku masyarakat, budaya sosial hingga tata kelola pemerintahan.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Tasikmalaya terus memperkuat Program Tasik Religius, termasuk melalui program One Hafizh One Kelurahan (OHAN HAFIZH) yang ditujukan untuk melahirkan penghafal Al-Qur’an di setiap kelurahan.
