Roberto Baggio: Inter Seperti Ferrari yang Disupiri Polisi Lalu Lintas

Roberto Baggio
Roberto Baggio Foto: Tangkapan layar Instagram@inter
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Legenda sepak bola Italia, Roberto Baggio, kembali mengungkap kisah panas hubungannya dengan pelatih Marcello Lippi saat keduanya bekerja bersama di Inter Milan.

Dalam buku autobiografi terbarunya berjudul Luce nell’oscurità, pemilik Ballon d’Or 1993 itu menceritakan bagaimana suasana tidak nyaman yang ia alami selama berada di bawah kepemimpinan Lippi pada musim 1999/2000.

Baggio, yang dijuluki “Divin Codino”, mengaku kecintaan besar dari publik kepadanya justru sering memicu kecemburuan di dunia sepak bola.

Baca Juga:Inzaghi Penasaran Palermo Gagal Promosi ke Serie A: Tak Akan Hengkang Meski Ada Tawaran dari MadridGalliani Sindir Inter Milan: Calciopoli Jadikan Peringkat Ketiga Sebagai Peraih Scudetto

“Cinta dari masyarakat telah memberi saya begitu banyak dalam hidup dan selalu membuat saya terharu karena kekuatannya. Saya selalu berusaha membalasnya dengan memberikan yang terbaik. Namun hal itu juga menarik banyak rasa iri, yang bisa membutakan dan merusak hati orang-orang yang tidak mampu mengendalikan ego mereka,” tulis Baggio dalam bukunya.

Mantan bintang Juventus dan Inter itu kemudian mengungkap salah satu momen paling kontroversial bersama Lippi.

Menurut Baggio, pada Maret 2000 Lippi sempat memanggilnya secara pribadi dan meminta dirinya menyebutkan nama-nama pemain di ruang ganti yang dianggap berpotensi melawan sang pelatih.

Namun Baggio menolak terlibat dalam urusan tersebut.

“Marcello Lippi ingin bertemu dengan saya dan meminta saya menyebut siapa saja di ruang ganti yang bisa menentangnya. Saya menjawab dengan cara saya sendiri: ‘Mister, saya akan berlatih maksimal dan Anda yang menilai apakah saya layak bermain atau tidak, tetapi jangan minta saya melakukan hal lain,’” ungkap Baggio.

Jawaban itu ternyata membuat hubungan keduanya semakin memburuk. Baggio menilai Lippi mulai berusaha memancing emosinya sejak awal musim.

Ia bahkan mengaku sempat diperlakukan dengan cara yang tidak menyenangkan di depan rekan-rekan setimnya.

“Karena kesal, Lippi mulai mencoba memprovokasi saya sejak musim panas untuk memancing reaksi. Suatu hari dia berteriak kepada saya dengan nada arogan dan agresif: ‘Fenomena, katakan kepada rekan-rekanmu apa yang tidak kamu sukai,” kenangnya.

Baca Juga:Tammy Abraham: Pemain Buangan AS Roma yang Sukses Raih Gelar Liga Conference, Liga Europa dan Liga ChampionsSabatini: AC Milan Harus Pilih Allegri atau Ibrahimovic

“Saya menjawab dengan tenang: ‘Mister, Anda saja yang katakan kepada mereka apa yang sebenarnya Anda minta saya lakukan,’” lanjut Baggio.

0 Komentar