Galliani Sindir Inter Milan: Calciopoli Jadikan Peringkat Ketiga Sebagai Peraih Scudetto

Adriano Galliani
Adriano Galliani Tangkapan layar Instagram @adrianogalliani_official
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Mantan CEO AC Milan dan AC Monza, Adriano Galliani, kembali melontarkan komentar pedas yang menyasar rival sekota, Inter Milan.

Dalam acara “Global Launch of the 100’s” European Golden Boy, Galliani berbicara mengenai kondisi sepak bola Italia saat ini, mulai dari kesenjangan finansial dengan klub-klub elite Eropa hingga menyinggung kembali kontroversi besar skandal Calciopoli.

Komentar Galliani langsung menjadi sorotan karena secara tidak langsung menyindir Scudetto Inter musim 2005/2006 yang lahir setelah hukuman besar terhadap Juventus dan pengurangan poin untuk sejumlah klub Serie A.

Baca Juga:Sabatini: AC Milan Harus Pilih Allegri atau IbrahimovicPenghasilan Arsenal dari Gelar Juara Liga Inggris Lebih Besar dari Juara Liga Champions

Galliani menjelaskan bahwa salah satu alasan klub-klub Italia semakin sulit bersaing di Liga Champions adalah persoalan finansial yang sangat timpang dibanding klub-klub raksasa Eropa.

Menurutnya, klub seperti Real Madrid memiliki pendapatan yang jauh di atas klub-klub Italia.

“Tim-tim yang memenangkan Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir semuanya memiliki pendapatan dua kali lipat dibanding klub-klub besar Italia. Real Madrid memiliki pemasukan sekitar 1,2 miliar euro,” ujar Galliani.

Ia menambahkan, klub Italia terbaik saat ini hanya mampu menghasilkan sekitar 400 hingga 450 juta euro per musim, termasuk dari penjualan pemain.

Dengan kurs Rp17.000 per euro, pendapatan Real Madrid mencapai sekitar Rp20,4 triliun per tahun. Sementara klub-klub elite Italia hanya berada di kisaran Rp6,8 triliun hingga Rp7,65 triliun.

Perbedaan besar itulah yang menurut Galliani membuat Serie A tidak lagi menjadi tujuan utama pemain-pemain terbaik dunia.

“Dulu kami menang karena memiliki pemain terbaik. Pemain terakhir yang memenangkan Ballon d’Or saat bermain di Italia adalah Kaka pada 2007,” lanjutnya.

Baca Juga:Presentasi dengan Power Point, Inter Tak Jadi Rekrut FabregasSenjata Pamungkas AC Milan Lolos ke Liga Champions: 70.000 Fans Siap Penuhi San Siro

Galliani juga menyoroti kesulitan Serie A menjual hak siar internasional. Ia menilai faktor bahasa menjadi salah satu kendala utama.

Premier League diuntungkan karena menggunakan bahasa Inggris yang mendunia, sedangkan La Liga memiliki pasar besar di negara-negara berbahasa Spanyol.

“Bahasa Italia hanya digunakan di Ticino dan itu saja,” sindir Galliani.

Selain masalah finansial, pria berusia 81 tahun tersebut juga menegaskan pentingnya pembangunan stadion modern di Italia.

0 Komentar