RADARTASIK.ID – Nasib AC Milan musim ini akan ditentukan dalam 90 menit di laga terakhir Serie A.
Rossoneri akan menghadapi Cagliari di San Siro pada Senin, 25 Mei pukul 01.45 WIB, dalam duel yang menjadi penentuan hidup-mati untuk tiket Liga Champions musim depan.
Persaingan menuju empat besar Serie A musim ini berlangsung sangat ketat.
Baca Juga:Sabatini: Ibrahimovic Menghancurkan AC Milan dari DalamArteta Ditertawakan Saat Putar Lagu Liverpool, Kini Arsenal Juara Premier League
Milan harus bersaing dengan AS Roma, Como 1907, dan Juventus untuk memperebutkan dua slot terakhir menuju kompetisi elite Eropa tersebut.
Pada waktu yang sama, Roma akan bertandang ke Verona, Como menghadapi Cremonese, sementara Juventus melakoni Derby Turin kontra Torino.
Namun bagi skuad asuhan Massimiliano Allegri, hitung-hitungan klasemen sebenarnya cukup sederhana: menang atas Cagliari berarti tiket Liga Champions aman di tangan tanpa perlu memikirkan hasil dari stadion lain.
Atmosfer San Siro dipastikan akan membara. Media Italia, La Gazzetta dello Sport, melaporkan sekitar 70 ribu pendukung Rossoneri siap memenuhi stadion untuk memberikan dukungan penuh pada laga terakhir musim ini.
Kehadiran puluhan ribu tifosi itu bisa menjadi kekuatan terbesar Milan di tengah tekanan besar yang sedang mereka hadapi.
Dukungan fans memang menjadi salah satu hal yang tidak pernah hilang sepanjang musim, meski performa tim sempat naik turun dan memicu gelombang kritik terhadap manajemen klub.
San Siro sebelumnya sempat menjadi sorotan saat Milan kalah dari Atalanta.
Baca Juga:Inter Cuma Kucurkan Dana Transfer Rp850 Miliar untuk Cristian Chivu: Tiga Pemain Dipastikan Angkat KoperEra Guardiola Berakhir, Arsenal Juara Liga Inggris
Pada laga itu, Curva Sud bersama sebagian besar penonton meninggalkan stadion sebelum pertandingan berakhir sebagai bentuk protes terhadap performa tim dan kebijakan klub.
Situasi tersebut menunjukkan hubungan emosional antara fans dan tim sedang berada dalam fase sensitif.
Namun untuk laga melawan Cagliari, atmosfer diprediksi berbeda. Para pendukung Milan sadar pertandingan ini terlalu penting untuk dilewatkan tanpa dukungan penuh.
Meski demikian, tekanan besar juga membayangi Rafael Leao dan kawan-kawan karena Milan tercatat belum pernah menang di San Siro sejak 21 Maret lalu.
Dalam tiga laga kandang terakhir setelah kemenangan atas Torino, Rossoneri hanya mampu meraih satu poin.
Lebih buruk lagi, mereka kebobolan enam gol dan hanya mencetak dua gol, itupun lahir di masa tambahan waktu saat menghadapi Atalanta.
