Statistik itu menjadi alarm serius menjelang laga paling menentukan musim ini.
Karena itu, perubahan mentalitas dan performa sangat dibutuhkan jika Milan benar-benar ingin mengamankan posisi di Liga Champions.
Menariknya, situasi ini mengingatkan publik pada musim 2020/2021. Saat itu, Milan juga menghadapi Cagliari di San Siro dalam laga krusial menuju Liga Champions.
Baca Juga:Sabatini: Ibrahimovic Menghancurkan AC Milan dari DalamArteta Ditertawakan Saat Putar Lagu Liverpool, Kini Arsenal Juara Premier League
Rossoneri secara mengejutkan hanya bermain imbang 0-0 dan nyaris kehilangan kesempatan lolos ke empat besar.
Beruntung, Milan berhasil bangkit pada pekan terakhir dengan kemenangan penting atas Atalanta di Bergamo sehingga akhirnya memastikan tiket Liga Champions.
Namun musim ini kondisinya berbeda. Tidak ada kesempatan kedua bagi Rossoneri.
Laga kontra Cagliari menjadi pertandingan terakhir musim ini sehingga tidak ada ruang untuk memperbaiki kesalahan.
Mantan pemain Lazio dan komentator televisi Italia, Nando Orsi, menilai pertandingan ini masih sangat terbuka dan penuh tekanan bagi Milan.
Menurut Orsi, Cagliari tidak akan datang ke San Siro hanya untuk menjadi pelengkap pesta.
Tim tamu diperkirakan tetap bermain serius dan bisa memanfaatkan tekanan psikologis yang dirasakan tuan rumah.
Baca Juga:Inter Cuma Kucurkan Dana Transfer Rp850 Miliar untuk Cristian Chivu: Tiga Pemain Dipastikan Angkat KoperEra Guardiola Berakhir, Arsenal Juara Liga Inggris
“Cagliari akan bermain dengan jujur di San Siro. Jika Milan tertinggal atau gagal mencetak gol cepat, mereka bisa menjadi gugup dan kehilangan kendali pertandingan,” ujar Orsi kepada media Italia TuttoCagliari.
Komentar itu memperlihatkan betapa besar tekanan yang sedang dipikul Milan.
Bermain di depan 70 ribu pendukung sendiri memang bisa menjadi senjata utama, tetapi di sisi lain juga dapat berubah menjadi beban apabila pertandingan berjalan tidak sesuai harapan.
Kini semuanya bergantung pada bagaimana Allegri mampu menjaga ketenangan timnya di tengah atmosfer panas San Siro.
Satu kemenangan akan menutup musim dengan senyum dan membawa Milan kembali ke Liga Champions.
Namun satu kesalahan kecil saja bisa mengubah seluruh musim menjadi kegagalan besar.
