RADARTASIK.ID – Penantian panjang Arsenal akhirnya berakhir.
Setelah 22 tahun puasa gelar Liga Inggris dan berkali-kali hanya menjadi “pengiring pengantin”, The Gunners akhirnya kembali berdiri di puncak Premier League musim 2025/2026.
Kesuksesan ini bukan hanya soal kualitas pemain atau taktik di atas lapangan. Di balik keberhasilan Arsenal, ada tangan dingin Mikel Arteta dengan sederet metode unik yang dulu sempat menjadi bahan olok-olok para penggemar sepak bola.
Kini, semua metode aneh itu justru dianggap sebagai bagian penting dari kebangkitan Arsenal.
Baca Juga:Era Guardiola Berakhir, Arsenal Juara Liga InggrisMengapa Como Lolos ke Liga Champions Jika Punya Poin yang Sama dengan AC Milan, AS Roma dan Juventus
Arteta memang dikenal sebagai pelatih yang detail dan obsesif terhadap budaya tim.
Sejak pertama datang ke Emirates Stadium pada 2019, mantan asisten Pep Guardiola itu berusaha mengubah mentalitas Arsenal secara total.
Mulai dari penggunaan pengeras suara saat latihan, memelihara anjing tim bernama Win, hingga meletakkan pohon zaitun mini berusia 150 tahun di kantor latihan, semua dilakukan Arteta untuk membangun identitas baru di skuad Arsenal.
Salah satu metode paling terkenal terjadi pada 2021.
Menjelang laga melawan Liverpool di Anfield, Arteta memutar lagu “You’ll Never Walk Alone” dengan volume keras saat sesi latihan.
Tujuannya sederhana: membiasakan pemain menghadapi tekanan atmosfer stadion lawan.
Namun saat itu Arsenal justru kalah telak 0-4 dan Arteta langsung menjadi sasaran ejekan publik.
Bukan cuma itu, pelatih asal Spanyol tersebut bahkan pernah menyewa pencopet profesional untuk mendatangi sesi makan malam tim.
Para pemain diminta menjaga barang pribadi mereka agar selalu waspada dalam situasi apa pun.
Baca Juga:Skenario AC Milan Lolos ke Liga Champions Meski Imbang atau Kalah Lawan CagliariCassano Bantah Jadi Corong Ibrahimovic untuk Kritik Allegri
Metode nyentrik tersebut sempat dianggap berlebihan. Tetapi sekarang, setelah Arsenal resmi juara Liga Inggris, Arteta justru menjadi sosok yang terakhir tertawa.
Keberhasilan Arsenal musim ini juga menjadi momen emosional bagi Arteta secara pribadi.
Selama hampir tujuh tahun memimpin Arsenal, ia melakukan banyak perubahan di pusat latihan klub, termasuk memasang siluet trofi Premier League berwarna hitam.
Siluet itu setiap hari dilewati para pemain saat memasuki tempat latihan. Mantan direktur olahraga Arsenal, Edu Gaspar, bahkan selalu menunjukkan simbol tersebut kepada pemain baru sambil berkata, “Suatu hari nanti kita akan membuatnya bersinar.”
