Arteta Ditertawakan Saat Putar Lagu Liverpool, Kini Arsenal Juara Premier League

Arsenal
Ilustrasi Arsenal Foto: Tangkapan layar Instagram@premierleague
0 Komentar

Kini janji itu akhirnya menjadi kenyataan.

Salah satu faktor terbesar keberhasilan Arsenal musim ini adalah perubahan budaya internal tim. Setelah tiga musim beruntun finis sebagai runner-up, tekanan terhadap Arsenal sangat besar.

Arteta kemudian membuat keputusan penting dengan menghapus “sistem tingkatan” pemain yang sebelumnya digunakan klub.

Sebelumnya, pemain dikelompokkan berdasarkan status mereka di dalam skuad.

Musim ini semuanya diubah. Semua pemain harus bersaing secara terbuka untuk mendapatkan tempat utama.

Baca Juga:Era Guardiola Berakhir, Arsenal Juara Liga InggrisMengapa Como Lolos ke Liga Champions Jika Punya Poin yang Sama dengan AC Milan, AS Roma dan Juventus

Pendekatan itu menciptakan atmosfer kompetitif, tetapi juga mempererat hubungan antarpemain dan membuat pemain mulai menghabiskan waktu bersama di luar lapangan.

Kapten Martin Odegaard misalnya, rutin bermain golf bersama Ben White, Kai Havertz, Christian Norgaard, dan Leandro Trossard.

Sementara sauna di pusat latihan menjadi tempat favorit pemain untuk bersantai sambil mendiskusikan pertandingan.

Kebersamaan di luar lapangan ternyata berdampak besar terhadap mentalitas tim.

Faktor spiritual juga ikut memainkan peran penting. Rekrutan anyar Eberechi Eze menjadi salah satu sosok yang rutin memimpin doa sebelum pertandingan bagi pemain yang ingin bergabung.

Saat Arsenal menjalani perjalanan panjang menuju final Liga Champions, para pemain juga sering mengisi waktu di hotel dengan bermain permainan papan khas Spanyol bernama Parchis.

Hal-hal kecil seperti itu membantu menciptakan chemistry yang kuat di dalam skuad.

Di sisi lain, Arteta terus menanamkan pesan motivasi di setiap sudut tempat latihan.

Baca Juga:Skenario AC Milan Lolos ke Liga Champions Meski Imbang atau Kalah Lawan CagliariCassano Bantah Jadi Corong Ibrahimovic untuk Kritik Allegri

Salah satu slogan terbaru yang dipasang adalah plesetan dari kata BBQ yang berarti Belief, Bravery, dan Quality atau Keyakinan, Keberanian, dan Kualitas.

Selain itu, ada satu pesan lama yang tetap dipertahankan: “Menangkan pertandingan lewat bola mati.”

Dan benar saja, Arsenal kembali menjadi salah satu tim paling berbahaya dalam situasi set piece musim ini berkat tangan dingin pelatih bola mati Nicolas Jover.

Karena jadwal yang sangat padat dengan lebih dari 60 pertandingan musim ini, Jover bahkan harus menggunakan video analisis untuk memperkenalkan variasi bola mati baru kepada pemain.

Staf kepelatihan Arsenal juga semakin kuat setelah kedatangan Gabriel Heinze musim panas lalu.

0 Komentar