RADARTASIK.ID – Konflik internal di AC Milan kembali menjadi sorotan panas di Italia.
Kali ini, tudingan keras datang dari jurnalis senior Italia, Sandro Sabatini, yang menilai Zlatan Ibrahimovic menjadi sosok yang merusak ruang ganti Rossoneri dari dalam.
Hubungan antara Massimiliano Allegri dan Ibrahimovic memang sudah lama dikabarkan tidak harmonis.
Baca Juga:Inter Cuma Kucurkan Dana Transfer Rp850 Miliar untuk Cristian Chivu: Tiga Pemain Dipastikan Angkat KoperEra Guardiola Berakhir, Arsenal Juara Liga Inggris
Namun, laporan terbaru dari Corriere della Sera dan komentar Sabatini di podcast Numer1 membuat situasinya semakin memanas.
Menurut Sabatini, Ibrahimovic mulai bergerak ketika hasil positif Milan mulai goyah.
Saat Allegri masih membawa kemenangan, pria Swedia itu disebut memilih diam. Namun begitu Rossoneri menelan kekalahan pertama, situasi berubah drastis.
“Pada titik tertentu musim ini, selama Allegri terus mendapatkan hasil positif, Ibra diam saja. Tapi begitu datang kekalahan pertama, Ibrahimovic mulai memanggil rapat dengan pelatih,” kata Sabatini.
Ia kemudian mengungkap tudingan yang jauh lebih serius. Ibrahimovic disebut menghubungi beberapa pemain secara pribadi untuk memengaruhi sikap mereka terhadap Allegri.
“Allegri akhirnya sadar, karena para pemain sendiri yang memberitahunya, bahwa Ibra menelepon Rafael Leao dan menyuruhnya tetap bermain di kiri dan tidak mendengarkan pelatih,” ujar Sabatini.
“Dia menelepon pemain lain dan mengatakan bahwa pelatih tidak mengerti sepak bola. Bahkan dia mengatakan kepada beberapa pemain bahwa pelatih sudah memutuskan mereka akan dijual. Itu menghancurkan situasi dari dalam,” lanjutnya.
Baca Juga:Mengapa Como Lolos ke Liga Champions Jika Punya Poin yang Sama dengan AC Milan, AS Roma dan JuventusSkenario AC Milan Lolos ke Liga Champions Meski Imbang atau Kalah Lawan Cagliari
Komentar tersebut langsung memicu perdebatan besar di kalangan tifosi Milan. Banyak yang mulai mempertanyakan peran Ibrahimovic sebagai Senior Advisor RedBird Capital di klub.
Sejak kembali ke Milan dalam posisi manajemen, Ibrahimovic memang sering dianggap terlalu dominan dalam urusan teknis tim.
Sosok karismatiknya yang dulu dicintai sebagai pemain kini mulai menuai kritik karena dinilai terlalu ikut campur dalam pekerjaan pelatih.
Di tengah kekacauan itu, masa depan Massimiliano Allegri juga semakin tidak pasti.
Meski kemenangan atas Genoa menjaga peluang Milan finis di empat besar Serie A dan lolos ke Liga Champions, posisi Allegri tetap belum aman.
