Presentasi dengan Power Point, Inter Tak Jadi Rekrut Fabregas

Cesc Fabregas
Cesc Fabregas Tangkapan layar Instagram@comofootball
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Di balik keputusan Inter Milan mempertahankan proyek bersama Cristian Chivu, tersimpan cerita menarik mengenai kegagalan mereka merekrut Cesc Fabregas.

Media Italia La Gazzetta dello Sport membongkar sebuah pertemuan penting yang terjadi musim panas lalu, ketika Inter sedang mencari pelatih baru usai perpisahan dengan Simone Inzaghi.

Saat itu, nama Fabregas menjadi salah satu kandidat kuat untuk duduk di kursi pelatih Nerazzurri.

Baca Juga:Sabatini: Ibrahimovic Menghancurkan AC Milan dari DalamArteta Ditertawakan Saat Putar Lagu Liverpool, Kini Arsenal Juara Premier League

Pelatih asal Spanyol tersebut sedang naik daun bersama Como 1907 dan dianggap sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Serie A.

Namun, negosiasi antara kedua pihak ternyata tidak berjalan sesuai harapan.

Menurut laporan Gazzetta, manajemen Inter yang dipimpin Giuseppe Marotta dan direktur olahraga Piero Ausilio sempat bertemu langsung dengan Fabregas untuk mendiskusikan kemungkinan kerja sama.

Dalam pertemuan tersebut, Fabregas dikabarkan datang dengan ide besar mengenai masa depan Inter.

Bahkan, mantan gelandang FC Barcelona, Arsenal, dan Chelsea itu disebut mempresentasikan rencana revolusinya menggunakan PowerPoint.

“Manajemen Inter bertemu dengan Fabregas musim panas lalu. Fabregas membuka laptopnya, membuka presentasi PowerPoint, lalu berkata: saya ingin ini, ini, dan ini,” tulis Gazzetta dello Sport.

Presentasi tersebut ternyata berisi rencana perubahan besar terhadap skuad Inter.

Fabregas ingin membangun ulang tim sesuai filosofi permainannya dan meminta sejumlah pemain baru untuk mendukung proyek tersebut.

Masalahnya, Inter saat itu merasa skuad yang mereka miliki sebenarnya sudah sangat kompetitif.

Baca Juga:Inter Cuma Kucurkan Dana Transfer Rp850 Miliar untuk Cristian Chivu: Tiga Pemain Dipastikan Angkat KoperEra Guardiola Berakhir, Arsenal Juara Liga Inggris

Manajemen klub menilai perubahan radikal justru berisiko merusak fondasi tim yang telah dibangun selama beberapa musim terakhir.

“Dia akan mengubah total tim yang sebenarnya sudah kuat,” lanjut laporan media Italia tersebut.

Karena itulah, Inter akhirnya memilih jalan berbeda. Nerazzurri memutuskan mempercayakan proyek mereka kepada Cristian Chivu, sosok yang dianggap lebih memahami identitas klub serta tidak meminta revolusi besar-besaran.

Keputusan itu kini terbukti sangat tepat.

Pada musim penuh pertamanya sebagai pelatih utama di Serie A, Chivu sukses membawa Inter meraih dua trofi sekaligus, yakni Scudetto dan Coppa Italia.

0 Komentar