Galliani Sindir Inter Milan: Calciopoli Jadikan Peringkat Ketiga Sebagai Peraih Scudetto

Adriano Galliani
Adriano Galliani Tangkapan layar Instagram @adrianogalliani_official
0 Komentar

Menurutnya, stadion yang tua dan setengah kosong membuat daya tarik Serie A menurun di mata penonton internasional.

“Untuk meningkatkan pendapatan, hal pertama yang dibutuhkan adalah stadion baru. Stadion yang bagus membantu menjual hak siar televisi. Kalau stadion jelek dan setengah kosong, orang luar negeri tidak tertarik menontonnya,” katanya.

Galliani menilai Serie A kini berubah status dari “liga tujuan” menjadi sekadar “liga transit” sebelum pemain-pemain terbaik pindah ke kompetisi lain yang lebih kaya.

Baca Juga:Sabatini: AC Milan Harus Pilih Allegri atau IbrahimovicPenghasilan Arsenal dari Gelar Juara Liga Inggris Lebih Besar dari Juara Liga Champions

Namun bagian paling menarik dari pernyataannya terjadi ketika ia berbicara di atas panggung bersama Fabio Capello.

Galliani tiba-tiba menyinggung kasus Calciopoli sambil melontarkan sindiran tajam kepada Inter Milan.

“Capello sebenarnya memenangkan dua Scudetto di lapangan bersama Juventus. Ini satu-satunya kasus di dunia di mana tim peringkat ketiga bisa menjadi juara,” ucap Galliani sambil tersenyum.

“Di surga, yang terakhir bisa menjadi yang pertama. Tapi di bumi, tim peringkat ketiga justru menjadi juara,” lanjutnya.

Sindiran itu mengacu pada musim 2005/2006 ketika Inter Milan akhirnya dinobatkan sebagai juara Serie A setelah Juventus dihukum degradasi ke Serie B akibat keterlibatan dalam skandal pengaturan wasit Calciopoli.

Saat itu, FIGC mencabut gelar Juventus untuk musim 2004/2005 dan 2005/2006. AC Milan, Fiorentina, dan Lazio juga mendapat pengurangan poin besar.

Inter yang awalnya finis di posisi ketiga akhirnya naik ke peringkat pertama setelah penyesuaian klasemen dan resmi menerima Scudetto pada 26 Juli 2006.

Baca Juga:Presentasi dengan Power Point, Inter Tak Jadi Rekrut FabregasSenjata Pamungkas AC Milan Lolos ke Liga Champions: 70.000 Fans Siap Penuhi San Siro

Meski sudah berlalu hampir dua dekade, kontroversi Calciopoli rupanya masih menjadi bahan sindiran di sepak bola Italia, terutama ketika rivalitas Milan dan Inter kembali memanas dalam beberapa tahun terakhir.

0 Komentar