RADARTASIK.ID – Situasi panas di AC Milan semakin memanas setelah jurnalis senior Italia, Luca Serafini, melontarkan kritik keras terhadap Zlatan Ibrahimovic.
Dalam tulisannya di MilanNews, Serafini terang-terangan menuding Ibrahimovic menjadi salah satu penyebab utama kehancuran internal Rossoneri musim ini.
Tulisan tersebut langsung memicu besar di kalangan tifosi Milan.
Pasalnya, Ibrahimovic selama ini dianggap sebagai simbol mentalitas juara dan sosok yang diharapkan mampu membantu klub kembali ke puncak kejayaan.
Namun menurut Serafini, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya.
Baca Juga:Dirindukan Fans AC Milan, Maldini Pilih Tutup MulutFans Real Madrid Ngamuk di Bernabeu: Florentino Perez Diusir, Vinicius dan Mbappe Dicemooh
Ia menggambarkan kondisi Milan saat ini seperti kapal besar yang perlahan tenggelam akibat perang internal, kekacauan manajemen, dan hilangnya proyek olahraga klub.
Dalam artikelnya, Serafini menggunakan banyak metafora tajam untuk menggambarkan situasi Rossoneri.
Ia menyebut Milan seperti kapal Titanic yang berubah dari perjalanan penuh harapan menjadi tragedi besar.
Menurutnya, sejak beberapa bulan terakhir, konflik internal mulai menghancurkan fondasi klub dari dalam.
“Petualangan itu berubah menjadi tragedi olahraga, Titanic versi sepak bola,” tulis Serafini.
Ia menilai banyak pihak di Milan sebenarnya sudah mengetahui adanya masalah besar di balik layar, tetapi semuanya tertutup oleh pencitraan dan harapan palsu.
Ketika hasil mulai memburuk, semua masalah tersebut akhirnya muncul ke permukaan secara bersamaan.
Sorotan terbesar Serafini menghubungi Ibrahimovic.
Baca Juga:Presiden Partai di Prancis Sindir Mbappe: PSG Memenangkan Liga Champions Setelah Dia PergiMaldini Sedih Lihat Kondisi AC Milan Saat Ini: “Tidak Ada yang Tahu Apa yang Tersisa dari Kehancuran Ini"
Selama ini, banyak pihak bertanya-tanya apa sebenarnya peran pria Swedia tersebut di Milan setelah pensiun sebagai pemain. Kini, menurut Serafini, definisinya mulai terlihat jelas.
Ia menuding Ibrahimovic terlalu jauh masuk ke area teknis dan tim manajemen.
Serafini mengklaim Ibrahimovic sering menelepon pemain secara langsung untuk menggantikan peran pelatih, ikut mempengaruhi keputusan internal, hingga mencoba membangun lingkaran orang-orang di lingkungannya sendiri di dalam klub.
“Ia ingin memaksa teman, anak, dan anak dari teman-temannya di berbagai sektor klub,” tulis Serafini.
Tuduhan itu mencakup proyek akademi muda hingga Milan Futuro yang dinilai gagal memberikan hasil yang memuaskan.
Kritik tersebut menjadi pukulan besar bagi Ibrahimovic yang selama ini justru mempromosikan RedBird sebagai wajah baru proyek Milan.
