Jurnalis Italia Tuding Ibrahimovic Biang Kerok Kehancuran AC Milan

Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

Situasi semakin rumit setelah muncul laporan mengenai hubungan buruk antara Ibrahimovic dan pelatih Massimiliano Allegri.

Menurut laporan Corriere della Sera yang dikutip Serafini, keduanya sudah tidak lagi memiliki hubungan baik dan jarang berkomunikasi.

Ketegangan itu diyakini mempengaruhi suasana ruang ganti Milan yang musim ini memang terlihat tidak stabil.

Baca Juga:Dirindukan Fans AC Milan, Maldini Pilih Tutup MulutFans Real Madrid Ngamuk di Bernabeu: Florentino Perez Diusir, Vinicius dan Mbappe Dicemooh

Beberapa pemain disebut mulai bingung dengan arah klub karena terlalu banyak figur yang ingin memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan.

Akibatnya, Milan kehilangan keseimbangan, baik di lapangan maupun di manajemen internal.

Kemarahan tifosi Rossoneri kini juga semakin sulit dibendung. Protes terhadap manajemen RedBird terus membesar dalam beberapa pekan terakhir.

Jika sebelumnya kritik hanya disampaikan kepada Gerry Cardinale dan Giorgio Furlani, kini nama Ibrahimovic mulai ikut menjadi sasaran utama suporter.

Banyak fans yang menilai Milan terlalu sibuk dengan konflik internal dibandingkan membangun tim yang kompetitif.

Serafini bahkan menyebut kekecewaan tifosi sudah mencapai level yang tidak terkendali.

Beberapa kelompok ultras dikabarkan siap melakukan aksi besar-besaran setelah musim berakhir, meskipun Milan berhasil lolos ke Liga Champions atau tidak.

Baca Juga:Presiden Partai di Prancis Sindir Mbappe: PSG Memenangkan Liga Champions Setelah Dia PergiMaldini Sedih Lihat Kondisi AC Milan Saat Ini: “Tidak Ada yang Tahu Apa yang Tersisa dari Kehancuran Ini"

Dalam bagian lain artikelnya, Serafini juga mengungkap pertemuannya dengan Paolo Maldini.

Legenda Milan itu disebut merasa sedih melihat kondisi klub saat ini. Maldini bahkan yakin sudah melihat tanda-tanda kehancuran proyek Milan sejak lama, jauh sebelum situasi menjadi separah sekarang.

“Tidak ada yang tahu apa yang akan tersisa dari kehancuran ini,” tulis Serafini.

Kalimat tersebut menggambarkan betapa seriusnya krisis yang kini dialami Rossoneri.

Kini tekanan besar berada di tangan manajemen Milan. Mereka bukan hanya harus memperbaiki performa tim, tapi juga memulihkan identitas dan stabilitas klub yang perlahan mulai runtuh.

0 Komentar