Striker asal Prancis itu bahkan mendapat cemoohan lebih keras meski memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Nama Mbappe memang sedang menjadi bahan kontroversi di Madrid dalam beberapa pekan terakhir.
Salah satu yang paling disorot adalah perjalanannya ke Italia bersama pasangannya, Ester Esposito, saat tim sedang berlatih dan dirinya menjalani pemulihan cedera.
Baca Juga:Tare Terancam Dipecat, Ibrahimovic Ingin Bangun AC Milan Versinya Sendiri3 Skenario Revolusi AC Milan Musim Depan: Galliani Pulang, Allegri Bertahan
Ketika Mbappe mulai melakukan pemanasan pada babak kedua, suara siulan kembali terdengar dari tribun Bernabeu.
Namun pemain Prancis tersebut tampak tetap tenang. Ia hanya memberikan senyum tipis sambil terus fokus mempersiapkan diri masuk ke lapangan.
Sementara itu, Vinicius juga terus menjadi sasaran kritik sepanjang pertandingan. Setiap kali menyentuh bola, sebagian penonton memberikan reaksi negatif yang cukup keras.
Di tengah suasana panas itu, ada satu sosok yang justru mendapat penghormatan besar dari publik Bernabeu, yakni Santi Cazorla.
Legenda sepak bola Spanyol yang kini membela Real Oviedo tersebut mendapat tepuk tangan meriah saat namanya diumumkan sebelum pertandingan.
Sambutan hangat kembali terdengar ketika Cazorla masuk ke lapangan pada menit ke-58. Seluruh stadion memberikan apresiasi kepada pemain bernomor punggung 41 tersebut.
Momen itu menjadi salah satu sedikit suasana positif di tengah malam penuh tekanan bagi Madrid.
Baca Juga:Moggi Bocorkan Perebutan Kekuasaan Petinggi AC Milan: Allegri Diritik Usai Bertengkar dengan IbrahimovicFenerbahce Ingin Bawa Paolo Maldini Untuk Patahkan Dominasi Galatasaray
Meski terus dicemooh, Mbappe akhirnya memberikan kontribusi penting setelah masuk ke lapangan pada menit ke-69.
Pada menit ke-80, ia mengirim assist matang kepada Jude Bellingham yang sukses mencetak gol kedua Madrid.
Gol pertama Los Blancos sendiri dicetak Gonzalo Garcia menjelang akhir babak pertama setelah menerima umpan dari Brahim Díaz.
Kemenangan 2-0 memang berhasil diamankan Madrid, tetapi hasil itu belum mampu meredakan amarah fans.
Musim tanpa trofi membuat Bernabeu berubah menjadi tempat penuh tekanan bagi pemain dan manajemen klub.
Kini, semua mata tertuju kepada Florentino Perez dan bagaimana ia akan merespons krisis besar yang mulai mengguncang ruang dalam Real Madrid.
