Fenerbahce Ingin Bawa Paolo Maldini Untuk Patahkan Dominasi Galatasaray

Paolo Maldini
Paolo Maldini Tangkapan layar Instagram@paolomaldini
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Nama Paolo Maldini kembali menjadi perbincangan hangat di Eropa, tepatnya di Turki.

Legenda AC Milan itu kini dikabarkan masuk radar Fenerbahçe yang ingin membangun kembali kekuatan mereka untuk menghentikan dominasi rival abadi, Galatasaray.

Di tengah krisis yang dialami AC Milan musim ini, para tifosi Rossoneri terus mengenang sosok Maldini sebagai figur terakhir yang berhasil membawa klub kembali meraih Scudetto pada musim 2021/2022.

Baca Juga:Vieri Peringatkan Inter: Trofi Coppa Italia Bisa Selamatkan Musim Buruk LazioEra Kegelapan AC Milan Bersama Cardinale: Revolusi Tanpa Maldini Hanya Hasilkan Satu Gelar Piala Super Italia

Gelombang protes terhadap manajemen dan hasil buruk tim membuat nama Maldini semakin sering diteriakkan di tribun San Siro.

Bagi banyak pendukung Milan, Maldini bukan sekadar mantan pemain atau direktur teknik.

Ia dianggap simbol identitas klub, sosok yang memahami DNA Rossoneri dan mampu membangun tim kompetitif.

Namun, masa depan pria berusia 57 tahun itu justru bisa berada jauh dari Italia.

Menurut laporan jurnalis Italia, Maurizio Pistocchi, Maldini beberapa hari lalu terlihat makan siang bersama presiden Fenerbahçe, Ali Koç, di sebuah restoran terkenal di Milan.

Pertemuan tersebut langsung memicu spekulasi besar.

Fenerbahçe disebut serius ingin membawa Maldini ke Istanbul untuk memperkuat struktur manajemen klub sekaligus meningkatkan daya saing mereka di level domestik maupun Eropa.

Dalam beberapa musim terakhir, Galatasaray memang tampil dominan di sepak bola Turki.

Baca Juga:Jelang Laga Final Coppa Italia Lawan Inter, Maurizio Sarri Jadi Incaran Napoli dan AtalantaBiasin: Bukan Uang Indonesia yang Buat Como Lolos ke Kompetisi Eropa, Tapi Ide

Situasi itu membuat Fenerbahçe berusaha mencari sosok berpengaruh yang mampu membawa perubahan besar, baik secara teknis maupun mentalitas klub.

Nama Maldini dianggap sangat ideal untuk proyek tersebut.

Reputasinya sebagai mantan direktur teknik AC Milan masih sangat dihormati di Eropa, terutama karena keberhasilannya membangun skuad juara Serie A dan mengangkat kembali citra Rossoneri di kompetisi elite.

Menariknya, Maldini sebelumnya memang beberapa kali menolak tawaran dari klub-klub Italia setelah meninggalkan AC Milan.

Namun, ia tidak pernah benar-benar menutup pintu untuk pengalaman baru di luar negeri.

“Saya memilih menjadi manajer terutama karena itu adalah AC Milan. Saya memiliki banyak hal untuk diajarkan dari pengalaman selama 31 tahun di dunia sepak bola,” kata Maldini dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu.

0 Komentar