RADARTASIK.ID – Masa depan Rafael Leao bersama AC Milan kembali menjadi perbincangan hangat di Italia.
Setelah tujuh musim membela Rossoneri dan menjadi salah satu simbol kebangkitan klub dalam beberapa tahun terakhir, winger asal Portugal itu kini semakin sering dikaitkan dengan kemungkinan hengkang pada bursa transfer musim panas.
Spekulasi mengenai kepergian Leao semakin menguat setelah muncul berbagai laporan yang menyebut sang pemain ingin mencari tantangan baru di luar Italia.
Baca Juga:Gasperini Tak Ijinkan Mancini Pindah ke Inter Milan: Dia Akan Tetap di RomaCostacurta Tak Setuju AC Milan Tunjuk Pelatih Asing: Cardinale dan Ibrahimovic Mengulang Kesalahan yang Sama
Liga Inggris dan Liga Spanyol disebut menjadi tujuan yang paling diminati pemain berusia 27 tahun tersebut.
Jika transfer itu benar-benar terwujud, maka AC Milan akan kehilangan salah satu pemain paling berpengaruh dalam era modern klub.
Tidak sedikit pihak yang menilai kepergian Leao akan menjadi akhir dari sebuah era yang dimulai sejak kedatangannya dari Lille pada 2019.
Mantan gelandang dan pelatih AC Milan, Christian Brocchi, menjadi salah satu sosok yang menyuarakan kekhawatirannya mengenai kemungkinan tersebut.
Berbicara dalam Festival Serie A kepada Tuttomercatoweb.com, Brocchi menilai banyak orang berpotensi menyesali kepergian Leao jika Milan benar-benar melepasnya.
Menurut Brocchi, meskipun performa Leao dalam beberapa musim terakhir sering menjadi bahan perdebatan, kualitas yang dimiliki pemain Portugal itu tetap tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Saya melihat Leao kemungkinan besar akan meninggalkan Milan. Saya selalu membelanya dan saya merasa sedih dengan situasi ini. Saya pernah merasakan kebahagiaan besar ketika dia membantu Milan memenangkan Scudetto,” ujar Brocchi.
Baca Juga:Daftar Pemain Incaran AS Roma di Bursa Transfer Musim Panas: Ada Nama Mohamed SalahColombo Peringatkan AC Milan: Allegri Akan Melakukan Segala Cara untuk Bawa Rabiot ke Napoli
Leao memang menjadi salah satu tokoh utama saat Milan meraih gelar Serie A musim 2021/2022.
Dengan kecepatan, kreativitas, dan kemampuannya dalam situasi satu lawan satu, ia menjadi senjata utama Rossoneri dalam perjalanan menuju gelar liga pertama mereka dalam lebih dari satu dekade.
Namun setelah musim gemilang tersebut, perjalanan Leao tidak selalu berjalan mulus.
Ekspektasi yang sangat tinggi membuat setiap penurunan performa mendapat sorotan besar dari media dan suporter.
Brocchi menilai situasi itu membuat Leao terjebak dalam kondisi yang sulit. Ia percaya berbagai faktor turut memengaruhi performa sang pemain, bukan semata-mata karena kesalahan Leao sendiri.
