“Karena banyak alasan, dan bukan hanya kesalahannya, dia seperti jatuh ke dalam lubang hitam yang sulit untuk keluar. Itulah yang saya lihat terjadi dalam beberapa tahun terakhir,” lanjut Brocchi.
Meski begitu, mantan pelatih Monza tersebut tetap yakin bahwa kualitas Leao akan sangat dirindukan jika pemain itu benar-benar meninggalkan San Siro.
“Saya pikir jika dia pergi, banyak orang yang nantinya akan memiliki penyesalan,” tegasnya.
Selain membahas Leao, Brocchi juga memberikan pandangannya mengenai Christian Pulisic.
Baca Juga:Gasperini Tak Ijinkan Mancini Pindah ke Inter Milan: Dia Akan Tetap di RomaCostacurta Tak Setuju AC Milan Tunjuk Pelatih Asing: Cardinale dan Ibrahimovic Mengulang Kesalahan yang Sama
Winger asal Amerika Serikat itu menjadi salah satu pemain paling produktif Milan dalam dua musim terakhir, tetapi tetap tidak luput dari kritik.
Menurut Brocchi, sepak bola Italia sering kali terlalu cepat memberikan penilaian negatif kepada pemain ketika mereka mengalami sedikit penurunan performa.
“Di Italia, kita terlalu cepat menghakimi dan mencoret pemain. Pulisic memiliki satu ‘kesalahan’, yaitu mencetak terlalu banyak gol dalam waktu singkat. Karena itu semua orang mengharapkan dia terus mencetak gol dengan ritme yang sama,” kata Brocchi.
Ia menambahkan bahwa ekspektasi yang berlebihan sering kali menjadi masalah bagi pemain yang tampil luar biasa dalam periode tertentu.
“Jika gol-gol itu tersebar lebih merata sepanjang musim, mungkin tidak akan ada yang mengkritiknya,” tambahnya.
Di tengah ketidakpastian masa depan Rafael Leao, komentar Brocchi menjadi pengingat bahwa kontribusi seorang pemain tidak selalu bisa diukur hanya dari statistik dalam satu musim.
Bagi banyak pendukung Milan, Leao adalah sosok yang membantu mengembalikan klub ke puncak sepak bola Italia.
Kini keputusan berada di tangan manajemen dan sang pemain.
Baca Juga:Daftar Pemain Incaran AS Roma di Bursa Transfer Musim Panas: Ada Nama Mohamed SalahColombo Peringatkan AC Milan: Allegri Akan Melakukan Segala Cara untuk Bawa Rabiot ke Napoli
Jika perpisahan benar-benar terjadi pada musim panas ini, Milan bukan hanya kehilangan salah satu bintang terbesarnya, tetapi juga seorang pemain yang telah meninggalkan jejak penting dalam sejarah klub selama tujuh tahun terakhir.
