Di Balik Rasa Legendaris Roti Ong's 1947 Tasikmalaya: Menjaga Warisan, Roti Bakso Ayam Kini Paling Diburu

Roti Ong\'s Tasikmalaya
Owner Ong\'s 1947, Yovita saat menunjukkan beragam roti yang menjadi oleh-oleh wisatawan, Rabu (22/7/2026). (Fitriah Widayanti/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMAKAYA, RADARTASIK.ID – Deretan foto hitam putih yang terpajang di dinding menjadi hal pertama yang menyambut pengunjung saat memasuki Ong’s 1947 di Jalan Yudanegara, Kota Tasikmalaya.

Di bawah potret para pendirinya, aroma roti yang baru keluar dari oven menguar memenuhi ruangan. Suasananya membawa siapa pun seolah kembali ke masa ketika toko roti ini menjadi salah satu tujuan masyarakat untuk membeli bekal pulang atau sekadar menemani secangkir kopi di pagi hari.

Nama Ongs bukanlah nama baru dalam sejarah kuliner Tasikmalaya. Toko roti ini didirikan pada 1947 oleh pasangan Hartati dan Sutedja Adiwinata di Jalan HZ Mustofa.

Baca Juga:Chandra Asri Pacific Buka Suara soal Proyek Waste to Energy Serang Raya, Masih Tahap Studi KelayakanFitch Pertahankan Rating DCI Indonesia di Level AA-(idn), Kapasitas Data Center Bakal Melonjak hingga 850 MW

Pada masa itu, memperoleh bahan baku bukan perkara mudah. Indonesia baru saja melewati masa perang, sementara tepung sebagai bahan utama roti harus didatangkan melalui jalur udara agar produksi tetap berjalan.

Berbekal ketekunan, Ongs tumbuh menjadi salah satu toko roti yang dikenal masyarakat Tasikmalaya. Resep-resep sederhana dengan cita rasa khas membuatnya bertahan selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari perjalanan banyak keluarga.

Memasuki awal 2000-an, perjalanan panjang roti Ongs sempat terhenti. Seiring bertambahnya usia Hartati dan Sutedja Adiwinata, toko roti yang mereka rintis sejak 1947 memutuskan tutup sementara.

Cucu pendiri roti Ongs sekaligus owner Ong’s 1947, Yovita, menuturkan, keinginan untuk menghidupkan kembali usaha keluarga sebenarnya telah muncul menjelang pandemi Covid-19. Namun, rencana tersebut kembali tertunda karena situasi saat itu belum memungkinkan.

“Pada zaman mau Covid kemarin mau dibuka lagi, akan tetapi karena situasinya sedang tidak bagus. Nenek saya masih hidup umur 100 lebih pada saat itu, hanya pada saat mau dibuka, pas ga ada. Akhirnya saya lah cucunya yang buka yang nerusin,” ujarnya kepada Radartasik.id, Rabu (22/7/2026).

Harapan itu akhirnya terwujud pada 2024. Roti Ongs kembali hadir di Jalan Yudanegara dengan tetap membawa nama dan warisan yang telah dibangun sejak hampir delapan dekade lalu.

Meski mempertahankan identitas lamanya, roti Ong’s 1947 Tasikmalaya juga menyesuaikan diri dengan perubahan selera masyarakat. Jika pada masanya roti cokelat dan keju menjadi favorit pelanggan, kini roti bakso ayam justru menjadi produk yang paling banyak diburu masyarakat.

0 Komentar