330 Ton Sampah Kota Tasikmalaya Masuk TPA Ciangir Tiap Hari, DLH Akui Armada Kewalahan 

330 ton sampah masuk TPA Tiap Hari
Alat berat mengangkut sampah yang menggunung di Depo Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Rabu (13/5/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Persoalan sampah di Kota Tasikmalaya belum sepenuhnya beres.

Di tengah kritik publik soal tumpukan sampah di sejumlah ruas jalan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya mengakui armada pengangkut yang ada saat ini belum mampu bekerja optimal menangani lonjakan volume sampah harian.

Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya Fery Arif Maulana menyebut, volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kini mencapai sekitar 300 hingga 330 ton per hari.

Baca Juga:Kasus Konten Eksploitasi Anak di Kota Tasikmalaya yang Menjerat Content Creator Masuk PersidanganKondisi Diky Candra Membaik Setelah Sempat Lemas di Pelepasan Jemaah Haji Tasikmalaya Tadi Tengah Malam

“Kurang lebih sekitar 330 ton per hari yang masuk ke TPA,” ujarnya kepada Radar, Rabu (13/5/2026).

Meski kapasitas TPA masih dinilai aman, persoalan justru muncul pada teknis pengangkutan di lapangan.

Saat ini, DLH hanya mengandalkan sekitar 42 armada pengangkut sampah untuk melayani 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya.

Ironisnya, hampir setengah dari jumlah kendaraan tersebut kondisinya sudah tua dan membutuhkan peremajaan.

“Kurang lebih setengahnya memang sudah tua, perlu peremajaan,” katanya.

Kondisi itu membuat proses pengangkutan sampah kerap tidak maksimal, terutama saat terjadi lonjakan volume sampah akibat libur panjang atau gangguan layanan.

DLH pun mengakui jumlah armada yang tersedia saat ini masih kurang jika dibandingkan kebutuhan ideal pelayanan kota.

Baca Juga:Honor Telat, Sampah Menggunung: Forsil Sindir Pemkot Tasik Kurang CekatanDiky Candra Abaikan Perayaan Ulang Tahun, Pilih Fokus Benahi Kota Tasikmalaya

“Kalau secara kuantitas memang masih perlu ditingkatkan supaya pelayanan bisa lebih optimal,” ucap Fery.

Saat ini, DLH masih memfokuskan penanganan di empat titik yang dianggap paling krusial, yakni Pasar Lama, Dadaha, Pasar Cikurubuk dan kawasan Hotel Borobudur-Jalan Esel Tobing.

Sementara pelayanan rutin ke kawasan permukiman tetap berjalan seperti biasa dan normal masih bisa tertangani.

Untuk mengurangi penumpukan sampah, DLH mulai menyiapkan pola baru pengangkutan berbasis wilayah kecamatan.

Nantinya satu armada akan difokuskan melayani satu kecamatan agar ritase lebih efektif dan tidak lagi berpindah-pindah lintasan.

“Ke depan kita coba fokus per wilayah kecamatan supaya kendaraan tidak zig-zag,” jelasnya.

DLH optimistis kondisi pengangkutan sampah akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.

Apalagi, sebelumnya pelayanan sempat terganggu akibat aksi mogok kerja petugas pengangkut sampah selama dua hingga tiga hari.

0 Komentar