Namun, kritik terhadap penanganan sampah terus bermunculan.
Pemerhati sosial Kota Tasikmalaya Ade Ruhimat alias Abah Aru sebelumnya menyindir Kota Tasikmalaya bisa dicap sebagai kota terkotor se-ASEAN jika persoalan sampah terus dibiarkan berulang tanpa solusi modern dan konkret.
Sindiran itu terasa menohok. Saat daerah lain berlomba menjadi kota bersih, Tasik justru masih sibuk berpacu dengan bau menyengat dan gunungan sampah yang datang silih berganti seperti agenda tahunan. (rezza rizaldi)
