Hanya saja, seperti semua pejabat, kerja keras belum tentu selalu menghasilkan kerja yang dianggap baik semua orang.
Tetapi birokrasi memang bukan lomba mencari orang paling disukai. Yang dicari sering kali justru siapa yang paling aman secara aturan. Dan di titik itulah nama Hanafi menguat.
Di tengah cuti haji Sekda definitif, Asep Goparulah, Pemkot Tasikmalaya membutuhkan pengisi sementara yang tidak menabrak regulasi. Pilihannya ternyata sempit.
Baca Juga:Resolusi Peradaban Pondok Pesantren Dimulai dari Tasikmalaya!Peran Usman!Â
Plh Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengaku bagian hukum sedang mengkaji penerbitan SK Plh Sekda agar semuanya tetap sesuai administrasi.
“Pak Sekda sudah cuti berangkat haji mulai hari ini. Jadi sekarang bagian hukum sedang mengkaji supaya segera menurunkan SK untuk PLH,” ujar Diky.
Menurut Diky, posisi itu hanya sementara. Sekitar 15 hari sambil menunggu mekanisme Penjabat Sekda yang prosesnya lebih panjang dan harus melibatkan Kemendagri.
Namun dalam birokrasi, jabatan sementara tetap punya nilai prestise yang panjang. Karena tidak semua pejabat pernah duduk di kursi Sekda.
Meski hanya Plh. Meski hanya beberapa minggu. CV seorang birokrat tetap akan berubah setelah pernah menyandang jabatan Panglima ASN.
Dan Hanafi tampaknya sedang menuju titik itu. Menariknya lagi, pengangkatan Hanafi justru memunculkan efek domino lain. Sebab saat ini ia masih memegang posisi Plt di BPBD. Jika resmi menjadi Plh Sekda, maka kursi BPBD pun harus ikut bergeser.
Satu kursi bergerak. Kursi lain ikut kosong.
Begitulah birokrasi bekerja. Kadang seperti permainan catur administrasi. Memindahkan satu bidak membuat bidak lain harus segera disesuaikan.
Baca Juga:Dompet ASN Itu Terlalu Besar, Hanya untuk Sekadar Disebut Bantuan Musda!Agus Khas Jepara!
Diky sendiri menegaskan keputusan itu bukan soal kedekatan pribadi. Melainkan murni soal regulasi. “Dari Asda 1, 2 dan 3, yang tidak bertentangan dengan aturan hanya Asda 2, Pak Hanafi,” katanya.
Kalimat itu terasa dingin. Tapi cukup menjelaskan bahwa pilihan Pemkot sebenarnya tidak terlalu banyak.
Kini tinggal menunggu waktu. SK mungkin bisa turun cepat. Tapi Hanafi masih berada di Jakarta hingga akhir pekan. Jika tidak ada perubahan, Senin nanti ia mulai duduk di kursi yang selama ini hanya dilihat dari sisi meja yang berbeda.
