TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ia datang tidak membawa gegap gempita. Tidak juga rombongan panjang yang bikin jalan tersendat.
Usman Kusmana, Ketua Fraksi Gerindra Kabupaten Tasikmalaya datang seperti biasa: tenang, rapi, dan seperti kebiasaannya mudah didekati.
Agenda hari ini sebenarnya serius, sosialisasi bidang ketenagakerjaan. Topik yang sering terdengar kaku. Penuh istilah. Kadang bikin orang menguap.
Baca Juga:Dompet ASN Itu Terlalu Besar, Hanya untuk Sekadar Disebut Bantuan Musda!Agus Khas Jepara!
Tapi di tangan Usman, yang kini duduk di Komisi III DPRD, pembukaannya justru terasa cair. “Hubungan Industrial Itu Harus Kayak Silaturahmi”. Ia bicara tentang satu hal, hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan.
Kalimat resmi. Tapi kemudian ia turunkan ke bahasa yang lebih dekat. “Hubungan pekerja dan pengusaha itu jangan tegang terus. Harus kayak silaturahmi—ada ngobrol, ada saling ngerti.”
Ruang yang tadi formal, mendadak terasa seperti forum kampung. Itu kelebihan Usman, menerjemahkan yang rumit menjadi sederhana.
Tidak banyak yang ingat: Usman dulu lebih dikenal sebagai penulis. Ia pernah rutin mengisi Kompasiana—di masa ketika tidak semua tulisan bisa lolos begitu saja. Kurasinya ketat. Tidak semua orang bisa tembus.
Tulisan Usman waktu itu “cukur segar”. Tajam, tapi tidak melukai. Barangkali dari situlah ia belajar satu hal penting: memilih kata. Dan hari ini, kata-kata itu ia pakai bukan di layar, tapi di podium.
Ia juga pernah berada di posisi yang jarang disorot: ajudan wakil bupati Tasikmalaya. Pekerjaan yang mengajarkan satu hal, membaca situasi tanpa banyak bicara. Tapi gaya lamanya tidak hilang. Ia tetap lebih banyak mendengar daripada memotong.
Usman sendiri sangat NU. Itu terlihat dari cara bicaranya, cara duduknya, bahkan cara bercandanya. Wajar kalau dulu ia berlabuh di Partai Kebangkitan Bangsa. Dan cukup berhasil.
Baca Juga:Bambu Apus Effect!Kisah ASN yang Dukung Musda Itu Berkaitan Relasi Bisnis!
Tapi politik, seperti hidup, kadang butuh belokan. Ia kemudian menyeberang ke Partai Gerindra. Di sana, ia mendapat kepercayaan dari tokoh Jawa Barat, H Amir Mahpud. Bukan sekadar posisi. Tapi peran. Sejak itu, langkahnya makin sering terlihat di berbagai momentum penting.
