Peran Usman! 

Usman Kusmana
Usman Kusmana (IST)
0 Komentar

Di zaman sekarang, mencari politisi yang mudah dihubungi itu seperti mencari sinyal di daerah blank spot. Sering hilang. Sering menghindar. Tapi Usman berbeda. Nomor teleponnya jarang mati. Pesan dibalas. Telepon diangkat—kalau tidak sedang rapat.

Ia tidak alergi wartawan. Mungkin karena ia dulu bagian dari dunia itu—meski dari sisi penulis. Ia tahu mana yang “off the record”, mana yang boleh dikutip. Ia paham ritme kerja jurnalis. Dan itu membuat hubungan terasa lebih manusiawi.

Belakangan, langkahnya tidak hanya di Tasikmalaya. Ia juga kerap mendampingi Tiar Nabila Karbala—Staf Khusus Presiden di bidang UMKM dan teknologi digital.Sebuah peran yang menunjukkan: jejaringnya meluas. Tapi menariknya, gaya lokalnya tidak berubah. Ia tetap membawa Tasikmalaya ke mana pun ia pergi.

Baca Juga:Dompet ASN Itu Terlalu Besar, Hanya untuk Sekadar Disebut Bantuan Musda!Agus Khas Jepara!

Di tengah politik yang sering bising, Usman memilih jalur lain. Tidak keras. Tidak meledak. Tidak juga menghilang. Ia hadir. Menyapa. Mendengar. Lalu berbicara seperlunya.

Dan di acara sosialisasi ketenagakerjaan itu, ia tidak hanya memberi sambutan. Ia memberi rasa: bahwa politik—kalau mau—bisa tetap hangat. Seperti obrolan sore. Tanpa kehilangan makna. (red)

0 Komentar