Amir Mahpud Membangun Jembatan Politik dari Tasikmalaya

silaturahmi PPP dan gerindra kota tasikmalaya
Ketua DPD Partai Gerindra Jabar H Amir Mahpud bersama Ketua DPW PPP Jabar Uu Ruzhanul Ulum beserta pengurus kedua partai di tingkat Kota Tasikmalaya bersilaturahmi di rumah makan, Sabtu (14/6/2026).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Politik sering dianggap identik dengan pertarungan. Saling serang. Saling menjatuhkan. Lalu bertemu lagi menjelang pemilu. Begitulah yang sering terlihat di permukaan.

Tapi Sabtu siang, 13 Juni 2026, Tepatnya di Rumah Makan Hj Ocoh, suasananya berbeda. Di Kota Tasikmalaya, dua partai yang memiliki sejarah dan karakter berbeda duduk dalam satu ruangan yang sama. Tidak sedang berdebat. Tidak sedang bernegosiasi soal kursi.

Mereka bersilaturahmi. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Gerindra bertemu dalam sebuah agenda yang sederhana tetapi memiliki makna politik yang cukup dalam.

Baca Juga:Hasil Pekerjaan Tak Berfungsi, Proyek Ipal TPA Ciangir Kota Tasikmalaya MencurigakanNilai Para Peserta Mendadak Berkurang! Penerimaan Siswa Sekolah Maung di Kota Tasikmalaya Berpolemik

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, H Amir Mahpud, hadir langsung. Ia datang bukan membawa pidato kemenangan. Bukan pula membawa strategi pemilu. Yang ia bawa adalah pesan tentang pentingnya merawat komunikasi politik.

“Politik tidak boleh hanya menjadi arena kompetisi. Politik juga harus menjadi ruang kolaborasi untuk kemaslahatan umat dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya. Kalimat itu terdengar sederhana.

Tetapi justru itulah yang sering hilang dalam praktik politik sehari-hari. Amir Mahpud menyampaikan penghormatan kepada jajaran PPP Jawa Barat dan Kota Tasikmalaya, para ulama, tokoh masyarakat, kader partai, dan seluruh peserta yang hadir.

Baginya, silaturahmi politik merupakan tradisi demokrasi yang sehat. Tradisi yang harus tetap dijaga. Sebab demokrasi yang matang bukan hanya diukur dari seberapa keras kompetisi berlangsung.

Tetapi juga dari seberapa kuat komunikasi dapat dipertahankan setelah kompetisi selesai. Sebab Tasikmalaya memiliki posisi yang unik.

Bukan hanya kota santri. Bukan hanya pusat pertumbuhan ekonomi Priangan Timur. Tasikmalaya juga merupakan salah satu barometer politik Jawa Barat.

Apa yang terjadi di Tasikmalaya sering menjadi gambaran arah politik di daerah lain. Karena itu Amir Mahpud menilai sinergi politik di Tasikmalaya memiliki arti strategis bagi pembangunan Jawa Barat.

Baca Juga:Citra Terjaga di Dunia Maya! Media Sosial Bupati Pangandaran Minim KritikanJaraknya Puluhan Kilometer, Lansia di Pangandaran Tersesat dan Dibantu Petugas Kepolisian

Menurutnya, kerja sama politik tidak boleh berhenti pada urusan elektoral. Tidak boleh hanya aktif ketika pemilu datang. Politik harus hadir untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.

Mulai dari pengentasan kemiskinan. Penguatan UMKM. Pembangunan infrastruktur. Peningkatan kualitas pendidikan. Penguatan pesantren. Hingga peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.

0 Komentar