TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Keluarga besar Pondok Pesantren Bustanul Ulum kembali berkumpul dalam suasana penuh kekhidmatan. Haul ke-19 KH Buchori sekaligus reuni alumni santri ke-26 digelar di Kampung Sindangsari, Kelurahan Sumelap, Kecamatan Tamansari, Sabtu malam (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi antara pengasuh pesantren, alumni, santri, ulama, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar. Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Chandra Negara turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Diky menilai keberadaan pesantren memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda. Pendidikan yang diberikan pesantren, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan ilmu keagamaan, tetapi juga pembentukan akhlak dan karakter.
Baca Juga:Truk LPG Kecelakaan di Pangandaran! Gas Melon Bertebaran di Jalan, Sopir Meninggal DuniaMantan Wali Kota Tasikmalaya Angkat Bicara Soal Potensi PAD! Pendapatan Parkir Dadaha Bisa 500 Juta
“Semoga Pondok Pesantren Bustanul Ulum ke depan semakin maju, berkembang, dan terus mencetak generasi yang berilmu serta berakhlakul karimah,” ujar Diky.
Dia mengatakan, pesantren merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kota Tasikmalaya. Karena itu, keberlangsungan lembaga pendidikan keagamaan perlu terus didukung agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Menurut Diky, haul dan reuni alumni juga memiliki makna lebih dari sekadar agenda rutin. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk kembali merajut hubungan kekeluargaan sekaligus mengenang perjuangan KH Buchori dalam membangun pendidikan pesantren.
“Haul ini bukan hanya untuk mengenang jasa almarhum KH Buchori, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan dan menyatukan semangat untuk kemajuan pesantren,” katanya.
Diky juga mengapresiasi para pengasuh, santri, alumni, dan masyarakat yang tetap menjaga eksistensi Pondok Pesantren Bustanul Ulum. Ia berharap kolaborasi antara pesantren, alumni, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat.(Firgiawan)
