Amir Mahpud Membangun Jembatan Politik dari Tasikmalaya

silaturahmi PPP dan gerindra kota tasikmalaya
Ketua DPD Partai Gerindra Jabar H Amir Mahpud bersama Ketua DPW PPP Jabar Uu Ruzhanul Ulum beserta pengurus kedua partai di tingkat Kota Tasikmalaya bersilaturahmi di rumah makan, Sabtu (14/6/2026).
0 Komentar

“Tasikmalaya harus menjadi mitra strategis pembangunan Jawa Barat sekaligus menjadi contoh harmoni politik yang produktif,” katanya. Pernyataan itu disambut hangat para peserta yang hadir.

Karena memang masyarakat saat ini tidak terlalu membutuhkan pertengkaran politik.Mereka membutuhkan solusi.

Di bagian lain, Amir Mahpud menyinggung arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Baca Juga:Hasil Pekerjaan Tak Berfungsi, Proyek Ipal TPA Ciangir Kota Tasikmalaya MencurigakanNilai Para Peserta Mendadak Berkurang! Penerimaan Siswa Sekolah Maung di Kota Tasikmalaya Berpolemik

Nada bicaranya tegas. Menurutnya Indonesia sedang memasuki babak baru pembangunan nasional. Karena itu seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk ikut menyukseskannya.

“Tugas kita bukan hanya mendukung, tetapi juga mengawal dan menyukseskan agenda-agenda besar Presiden Prabowo demi Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia menilai Jawa Barat memiliki posisi yang sangat penting. Sebagai provinsi terbesar di Indonesia, Jawa Barat harus menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program-program pemerintah pusat.

Mulai dari ketahanan pangan. Swasembada energi. Penguatan pendidikan. Hilirisasi industri. Penguatan ekonomi rakyat. Sampai peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam konteks itu, PPP dan Gerindra memiliki tanggung jawab moral yang sama. Menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah.

Namun bagian paling menarik justru muncul menjelang akhir sambutannya. Amir Mahpud berbicara tentang persatuan.

Tentang bagaimana perbedaan pilihan politik tidak boleh merusak persaudaraan. Ia mengingatkan bahwa Jawa Barat membutuhkan iklim politik yang teduh. Santun. Produktif.

Baca Juga:Citra Terjaga di Dunia Maya! Media Sosial Bupati Pangandaran Minim KritikanJaraknya Puluhan Kilometer, Lansia di Pangandaran Tersesat dan Dibantu Petugas Kepolisian

Para elite politik, katanya, harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Karena rakyat sudah terlalu sering disuguhi pertengkaran.

Padahal yang mereka tunggu adalah kerja nyata. “Kepentingan rakyat harus selalu berada di atas kepentingan kelompok dan golongan,” katanya.

Kalimat itu terdengar seperti nasihat. Tetapi sesungguhnya juga kritik. Kritik bagi siapa saja yang masih menjadikan politik sekadar alat perebutan kekuasaan.

Silaturahmi PPP dan Gerindra di Tasikmalaya mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Tetapi pesannya jauh lebih panjang.

Bahwa politik tidak harus selalu berhadap-hadapan. Politik juga bisa duduk berdampingan. Berdialog. Mencari titik temu.

Dan dari Tasikmalaya, H Amir Mahpud ingin menunjukkan satu hal: Persatuan bangsa sering kali dimulai dari kesediaan untuk saling mendengarkan. (red)

0 Komentar