Bambu Apus Effect!

Bambu apus
Ketua Gerindra Jawa Barat, H Amir Mahpud, saat menerima penghargaan. (Ist)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Malam itu batik merah terlihat paling mencolok. Bukan karena warnanya saja. Tapi karena orang yang memakainya.

H Amir Mahpud datang dengan langkah tenang. Di sampingnya, sang istri, Hj Tine Yuniarti, berjalan serasi. Keduanya kompak memakai batik merah merona dengan motif yang tegas. Seolah ingin mengatakan: ini bukan sekadar hadir—ini hadir dengan pesan.

Malam itu bukan malam biasa. Itu adalah perayaan ulang tahun ke-60 salah satu media massa terbesar di Jawa Barat. Usia yang tidak pendek. Usia yang sudah melihat banyak perubahan politik. Banyak tokoh datang dan pergi.

Baca Juga:Kisah ASN yang Dukung Musda Itu Berkaitan Relasi Bisnis!Di Balik Seragam ASN Itu, Ada Dompet yang Tebal!

Tapi malam itu, satu nama mendapat sorotan khusus. Nama itu: Amir Mahpud. Ia dianugerahi sebagai salah satu tokoh berpengaruh di Jawa Barat. Bukan hanya sebagai individu. Tapi juga sebagai representasi institusi partai politik yang dinilai berhasil meraih dukungan besar masyarakat Jawa Barat.

Penilaian itu tidak datang begitu saja. Ada angka di belakangnya. Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, 18 kursi pemerintahan berhasil dimenangkan kader partai di bawah kepemimpinannya. Kepala daerah. Wakil kepala daerah. Mereka bukan hanya duduk—mereka menang lewat proses politik yang tidak sederhana.

Angka 18 dari 27 itu bukan angka kecil. Di dunia politik daerah, angka itu seperti hujan panjang di musim kemarau. Jarang. Tapi ketika terjadi, dampaknya terasa ke mana-mana.

Banyak yang menyebut keberhasilan itu karena strategi. Banyak juga yang menyebut karena disiplin organisasi. Tapi Amir Mahpud punya istilah sendiri.

Ia menyebutnya “bambu apus effect. Istilah yang sederhana. Tapi penuh makna. Bambu apus itu lentur. Tidak mudah patah. Bisa mengikuti arah angin, tapi tetap berdiri. Tidak kaku. Tidak rapuh. Dalam politik, lentur itu penting. Terlalu keras bisa patah. Terlalu lembek bisa roboh.

Strategi bambu apus itu, menurut orang-orang dekatnya, adalah kemampuan membaca arah. Menentukan kapan harus maju. Kapan harus menunggu. Kapan harus menyatu dengan arus.

Dan tampaknya, strategi itu berhasil. Buktinya terlihat di peta kekuasaan daerah.

0 Komentar