Marco Delvecchio: Totti Raja Kedelapan Roma

Marco Delvecchio
Marco Delvecchio Foto: Tangkapan layar Youtube
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Nama Marco Delvecchio akan selalu memiliki tempat istimewa dalam sejarah AS Roma.

Mantan penyerang yang menjadi bagian penting skuad peraih Scudetto 2000/2001 itu merupakan salah satu simbol era keemasan Giallorossi pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an.

Dalam wawancara eksklusif dengan La Gazzetta dello Sport, Delvecchio mengenang perjalanan 10 tahunnya bersama Roma, mulai dari kepindahannya dari Inter Milan, hubungan spesial dengan Francesco Totti, hingga momen-momen bersejarah dalam Derby della Capitale melawan Lazio.

Baca Juga:Galante Yakin Inter Tak Akan Dapatkan Mancini: Sarankan Rekrut Oumar SoletMatteo Moretto: Alexander Sorloth Setuju Gabung Juventus

Bagi Delvecchio, satu nama yang selalu menjadi pusat cerita adalah Francesco Totti.

Bahkan, ia menyebut legenda Roma tersebut sebagai “Raja Kedelapan Roma”, sebuah gelar yang menunjukkan betapa besarnya pengaruh sang kapten dalam sejarah klub.

Sebelum bergabung dengan Roma, Delvecchio sebenarnya diproyeksikan menjadi salah satu pilar masa depan Inter Milan.

Ia mengaku selalu merasakan kepercayaan besar dari klub, termasuk dari Presiden Massimo Moratti.

“Saya merasakan kepercayaan itu. Inter memberi saya kesempatan bermain di Serie A dan hubungan saya dengan Moratti selalu sangat baik. Dua bulan sebelum saya dijual, dia bahkan mengatakan bahwa saya akan menjadi salah satu simbol Inter di masa depan,” kenang Delvecchio.

Namun kenyataan berkata lain. Sebuah kesepakatan pertukaran pemain dengan Marco Branca membuat Delvecchio hijrah ke Roma.

“Pada akhirnya saya pindah ke Roma. Jika melihat ke belakang, saya hanya bisa berterima kasih atas keputusan itu,” katanya.

Baca Juga:Gattuso Ingin Bawa Striker Gagal AC Milan ke LazioPerez Kembali Jadi Presiden Real Madrid, Olise dan Kvaratskhelia Calon Pemain Baru Seharga Rp3 Triliun

Sesampainya di Roma, Delvecchio disambut oleh pelatih Carlo Mazzone yang langsung menjelaskan situasi lini depan tim.

Menurut Delvecchio, Mazzone saat itu mengatakan bahwa Roma sudah memiliki dua penyerang hebat, Abel Balbo dan Daniel Fonseca, serta seorang talenta muda yang luar biasa.

“Mazzone berkata kepada saya, ‘Di depan ada dua fenomena, Balbo dan Fonseca. Lalu di belakang mereka ada seorang anak muda yang sangat berbakat dan ingin menjadi starter. Kamu harus mencari ruangmu sendiri’.”

Anak muda yang dimaksud ternyata adalah Francesco Totti.

“Saat itu saya berpikir, kalau begitu saya datang ke sini untuk apa? Tetapi kemudian semuanya berjalan berbeda,” ujarnya sambil tertawa.

0 Komentar