Marco Delvecchio: Totti Raja Kedelapan Roma

Marco Delvecchio
Marco Delvecchio Foto: Tangkapan layar Youtube
0 Komentar

Tak ada yang menyangka bahwa Delvecchio dan Totti kemudian akan menjadi salah satu duet paling ikonik dalam sejarah Roma.

Dicemooh Suporter hingga Lahir Selebrasi Ikonik

Perjalanan Delvecchio di Roma tidak selalu berjalan mulus. Ketika Zdenek Zeman datang pada 1997, kritik terhadap dirinya semakin sering terdengar.

Sebagian suporter menganggap Roma membutuhkan striker murni seperti Abel Balbo atau Rudi Voeller, sementara Delvecchio memiliki karakter permainan yang berbeda.

Baca Juga:Galante Yakin Inter Tak Akan Dapatkan Mancini: Sarankan Rekrut Oumar SoletMatteo Moretto: Alexander Sorloth Setuju Gabung Juventus

“Sebagian pendukung merasa saya bukan penyerang yang mereka inginkan. Bahkan sempat muncul pembicaraan soal pertukaran saya dengan David Trezeguet dari Monaco,” ungkapnya.

Tekanan dari tribun itulah yang kemudian melahirkan salah satu selebrasi paling terkenal dalam sejarah Roma: kedua tangan di belakang telinga.

“Awalnya itu bentuk tantangan. Saya ingin menunjukkan bahwa saya sudah melakukan pekerjaan saya dengan baik. Namun setelah berdiskusi dengan para suporter di Trigoria, maknanya berubah.”

Selebrasi tersebut tidak lagi ditujukan untuk mendengar cemoohan, melainkan untuk mendengar sorakan dukungan para tifosi.

“Itu menjadi cara saya merayakan Roma,” katanya.

Raja Derby Roma

Jika ada panggung yang paling dicintai Delvecchio, maka jawabannya adalah Derby della Capitale melawan Lazio.

Mantan penyerang Italia itu dikenal sebagai salah satu spesialis derby dengan sederet gol penting ke gawang rival sekota tersebut.

“Derby selalu menjadi pertandingan terbesar dalam satu musim. Tetapi saya menjalaninya dengan santai. Mungkin itu rahasianya. Ketika terlalu memikirkan sebuah pertandingan, Anda justru bisa melakukan kesalahan,” ujar Delvecchio.

Baca Juga:Gattuso Ingin Bawa Striker Gagal AC Milan ke LazioPerez Kembali Jadi Presiden Real Madrid, Olise dan Kvaratskhelia Calon Pemain Baru Seharga Rp3 Triliun

Dari sekian banyak derby yang pernah dijalaninya, ada satu laga yang paling berkesan.

Yaitu kemenangan 3-1 Roma atas Lazio pada 11 April 1999.

“Hari itu semuanya berjalan sempurna. Kami menang 3-1, saya mencetak dua gol dan Francesco mencetak satu gol.”

Pertandingan tersebut juga dikenang karena kaus selebrasi legendaris yang dikenakan Totti bertuliskan “Vi ho purgato ancora” atau “Saya menghukum kalian lagi”.

Totti, Raja Kedelapan Roma

Saat diminta menggambarkan sosok Totti, Delvecchio tidak ragu memberikan pujian setinggi langit.

Menurutnya, Totti adalah pemain terbaik yang pernah bermain bersamanya sepanjang karier.

0 Komentar