“Francesco adalah sosok yang menjadi bagian dari seluruh era itu. Dia adalah simbol klub dan Raja Kedelapan Roma. Dia pemain terbaik yang pernah bermain bersama saya.”
Delvecchio mengatakan bahwa dirinya dan Totti berbagi begitu banyak kenangan selama bertahun-tahun membela Giallorossi.
Salah satu momen yang paling diingat terjadi setelah Piala Dunia 2002.
“Saya baru kembali dari Piala Dunia di Jepang dan Korea Selatan. Saya bahkan belum mengikuti satu sesi latihan pun dan berpikir hanya akan membantu suasana tim.”
Baca Juga:Galante Yakin Inter Tak Akan Dapatkan Mancini: Sarankan Rekrut Oumar SoletMatteo Moretto: Alexander Sorloth Setuju Gabung Juventus
Namun saat Fabio Capello mengumumkan susunan pemain utama, nama Delvecchio justru masuk dalam daftar starter.
“Francesco langsung tertawa dan berkata kepada Capello, ‘Pelatih ini gila atau bagaimana?’.”
Pada akhirnya keputusan Capello terbukti tepat karena Delvecchio berhasil mencetak gol dalam pertandingan tersebut.
Delvecchio juga mengungkapkan peran penting Capello dalam keberhasilan Roma meraih Scudetto musim 2000/2001.
Menurutnya, pelatih legendaris itu telah menjelaskan rencananya sejak awal musim.
“Pada Juli 2000, Capello memanggil saya dan berkata, ‘Musim ini saya akan memainkan Totti dan Batistuta di depan. Tetapi kamu harus bekerja sepanjang sisi lapangan. Hanya dengan cara itu kita bisa memenangkan Scudetto’.”
Delvecchio menerima tugas tersebut tanpa ragu: “Saya setuju dan pada akhirnya dia benar.”
Keputusan itulah yang menjadi salah satu fondasi keberhasilan Roma meraih gelar Serie A ketiga dalam sejarah klub, sekaligus mengukuhkan era emas yang hingga kini masih dikenang para tifosi.
Baca Juga:Gattuso Ingin Bawa Striker Gagal AC Milan ke LazioPerez Kembali Jadi Presiden Real Madrid, Olise dan Kvaratskhelia Calon Pemain Baru Seharga Rp3 Triliun
Dan di antara semua kenangan itu, bagi Marco Delvecchio hanya ada satu sosok yang paling layak dikenang: Francesco Totti, sang Raja Kedelapan Roma.
