Ia menyoroti hasil imbang melawan Lecce, US Sassuolo Calcio, dan Verona sebagai sumber penyesalan terbesar bagi publik Bianconeri.
“Hanya dengan tambahan enam poin saja dari laga-laga itu, Juventus sebenarnya sudah bisa memastikan tiket Liga Champions sejak sekarang,” tulisnya.
Minchiotti juga membahas inkonsistensi permainan Juventus sepanjang musim ini.
Ia menyebut Spalletti beberapa kali berbicara tentang “dua wajah Juventus” yang sering muncul bahkan dalam satu pertandingan yang sama.
Baca Juga:Cassano Minta Fabregas Tinggalkan Italia: Serie A Tak Layak UntuknyaClaudio Ranieri Tertarik Tukangi Timnas Italia: Buka Peluang Duet dengan Allegri
Di satu sisi, Juventus mampu tampil dominan, menguasai permainan, dan menciptakan banyak peluang.
Namun di sisi lain, mereka sering gagal memanfaatkan peluang tersebut menjadi gol dan akhirnya justru memberi kesempatan lawan untuk menghukum mereka.
Masalah efektivitas itu menjadi salah satu kelemahan terbesar Juventus musim ini.
Saat gagal membunuh pertandingan lebih awal, Bianconeri kerap kehilangan kontrol dan berada dalam tekanan hingga menit akhir.
Menurut Minchiotti, Juventus membutuhkan versi terbaik mereka dalam dua laga terakhir jika ingin benar-benar mengamankan tiket Liga Champions.
Lolos ke Liga Champions bukan hanya soal prestise bagi Juventus. Tiket tersebut juga akan menentukan kekuatan finansial klub dan strategi transfer musim depan.
Tanpa Liga Champions, proyek pembangunan ulang Juventus dipastikan akan berjalan jauh lebih sulit.
Baca Juga:Sandro Sabatini: Napoli Conte Punya Mimpi Buruk yang Sama dengan AC Milan AllegriJurnalis Italia Ramal AC Milan Sulit Lolos ke Liga Champions
Karena itu, dua pertandingan terakhir musim ini menjadi penentuan besar bagi masa depan Bianconeri.
